Sukseskan KTT APEC di Bali TELKOM Hadirkan Solusi ICT Kelas Dunia
Written By Admintrator on Thursday, 5 September 2013 | 17:46
Pada 5-7 Oktober 2013, Indonesia akan menjadi tuan rumah APEC CEO Summit dan APEC Leaders Summit di Bali. Terkait hajatan nasional tersebut, PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyatakan komitmennya dalam penyediaan infrastruktur Information Communication Technology (ICT) kelas dunia.
Guna mendukung pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Pacific Economic Cooperation (KTT APEC) yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali itu Telkom telah membangun backbone jaringan fiber optic. “KTT APEC adalah konferensi internasional yang dihadiri Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Presiden Rusia Vladimir Putin dan 21 Kepala Negara sehingga dibutuhkan layanan ICT yang handal dan ‘always on’,” demikian dijelaskan Direktur Utama Telkom, Arief Yahya.
Untuk menjaga agar jaringan ICT ‘always on’, Telkom membangun 3 jaringan broadband dengan 3 jalur yang berbeda, antara lain jaringan WiFi, LTE Telkomsel dan layanan voice. Semua jaringan tersebut telah mencakup berbagai kebutuhan seperti penguatan sinyal Telkomsel, fixed wireline, bandwidth internet, Metro Ethernet/VPN IP, Local Area Network (LAN) hingga mobile SNG.
Guna memastikan terselenggaranya layanan ICT yang handal pada perhelatan internasional itu, Telkom mengandalkan “Indonesia Digital Network (IDN) Bali, Ngurah Rai yang bakal selalu terhubung (always connected). IDN Bali diciptakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan KTT APEC yang akan dilaksanakan di area Bali Tourism Development (BTDC) Nusa Dua, Bali.
Disamping 3 jalur akses yang berbeda menuju BTDC, Telkom meningkatkan kualitas jaringan di lokasi (venue) utama pelaksanaan APEC dengan membuat jaringan dalam gedung dengan 2 jalur yang berbeda dengan menggunakan teknologi fiber optic.
Adapun bandwith internet yang akan disalurkan ke area APEC tersebut mencapai 2 x 10 Gbps. Bandwith ini jauh lebih besar dibandingkan dengan penyelenggaran APEC 2012 yang berlangsung di Vladivostok Russia. Di Rusia bandwith yang disediakan baru sebesar 6 Gbps. Sementara itu, Telkom juga telah menyediakan 270 titik jairngan LAN dan 500 sst sambungan telepon free international call (VoIP).
Jaringan Seluler 4G LTE
Agar peserta APEC dankalangan media dapat menggunakan internet kecepatan tinggi tersebut dengan nyaman, maka Telkom menyediakan akses point lebih dari 2.000 dengan design world class langsung dari CISCO.
Selain itu, Telkom juga akan menghadirkan jaringan seluler LTE 4G di ajang APEC tersebut melalui Telkomsel yang juga merupakan Grup Telkom.
Keseluruhan layanan ICT yang disiapkan Telkom Group, akan meng-cover keseluruhan venue, media centre, tempat akomodasi dimana delegasi akan tinggal, dan dukungan untuk pengamanan baik untuk Polri, TNI maupuninstansi lain yang membutuhkan, termasuk untuk pengamanan Presiden RI dan kepala negara lainnya.
Advertorial - detikNews
PT.Telkom Membagikan Dividen Rp 7,1 Triliun ke Pemegang Saham
Written By Admintrator on Tuesday, 30 April 2013 | 17:32
Direktur Utama Telkom, Arief Yahya mengatakan, pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh kinerja anak usaha perseroan, yakni Telkomsel, yang terus menerus berkinerja membanggakan."Entitas anak perusahaan, Telkomsel masih merupakan kontributor utama terhadap bisnis perusahaan," kata Arief dalam RUPST 2013, di Ritz Carlton Pacific Place, Sudirman CBD, Jakarta, Jumat (19/4/2013).
"Selain itu spesial dividen tunai sebesar 10% dari laba bersih atau sejumlah Rp 1,3 triliun atau minimal Rp 67,1 per lembar saham," katanya.
Perusahaan pun menyisihkan laba ditahan sejumlah Rp 4,5 triliun yang akan digunakan untuk membiayai pengembangan usaha perseroan.
Dalam rapat ini pula menyetujui penambahan anggota Dewan Komisaris, dengan mengangkat Gatot Trihargo sebagai Komisaris emiten berkode TLKM itu.
Sumber : Zulfi Suhendra - detikfinance
PT.Telkomsel Capai Penghargaan Tertinggi Di CNET Asia Reader's Choice Award
Written By Admintrator on Sunday, 3 February 2013 | 19:33
Dalam salah satu ajang penghargaan bergengsi untuk teknologi, CNET Asia Readers’ Choice Award, Telkomsel menyabet penghargaan tertinggi untuk Best Telco for Indonesia. Kejayaan Telkomsel pada ajang internasional tersebut, tidak lepas dari penilaian 70.000 pembaca CNET Asia.
Penyerahan penghargaan dilakukan Kamis lalu (31/1) di Singapura dilakukan oleh Senior Editor CNET Asia Reuben Lee kepada Head of Marketing Communications Group Telkomsel Irlamsyah Syam. Acara penyerahan penghargaan diikuti oleh berbagai brand dan produk yang paling populer dari berbagai kategori, termasuk ponsel, tablet, kamera, dan TV. Penghargaan untuk Best Telco sendiri merupakan kategori yang baru dalam penyelenggaraan kali ini.
Pemilihan Telkomsel sebagai Best Telco for Indonesia tidak main-main. Pengukuran dilakukan berdasarkan 3 parameter penilaian yakni Overall Brand Perception; Value for Money; dan Quality of Service. Ini menunjukkan bahwa Telkomsel diakui di tingkat Asia sebagai operator selular terbesar di Indonesia yang mampu menghadirkan layanan kelas dunia bagi para pelanggannya.
Terpilihnya Telkomsel sebagai Best Telco for Indonesia justru memacu Telkomsel untuk terus meningkatkan kualitas layanannya. “Penghargaan ini tentu menjadi tantangan kami untuk terus menghadirkan layanan kelas dunia bagi masyarakat hingga wilayah terpencil dan perbatasan negara. Hal ini sejalan dengan komitmen kami sebagai operator selular satu-satunya yang mayoritas sahamnya 65% dimiliki oleh pemerintah Indonesia melalui perusahaan BUMN Telkom,” ungkap Head of External Corporate Communications Division Telkomsel Suryo Hadiyanto.
www.telkomsel.com (detikNews)
Garuda Indonesia Teken Kontrak Rp 570 Miliar dengan 5 Maskapai Nigeria
Abuja - PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA), melalui anak perusahaannya, PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (GMF) menandatangani kontrak proyek senilai US$ 60 juta (Rp 570 miliar) dengan lima maskapai penerbangan Nigeria. Nilai kontrak ini berlaku selama tiga tahun.
Kontrak ini diteken Dirut Garuda Emirsyah Satar bertepatan dengan kunjungan kenegaraan Presiden SBY di Abuja, Nigeria, Minggu (3/2/2013) waktu setempat. Kontrak proyek ini diharapkan akan bisa berlangsung jangka panjang.
"Kemarin sudah kita teken kerja sama dengan lima maskapai penerbangan Nigeria dalam perawatan pesawat-pesawat Nigeria di GMF AeroAsia," kata Emirsyah kepada wartawan di Bandara Abuja, sebelum bertolak ke Jeddah, Minggu (2/2/2013).
Kontrak senilai US$ 60 juta untuk tiga tahun ini, kata Emirsyah, bisa bertambah lagi menjadi US$ 75 juta. Proyek ini sudah cukup besar dan akan berlanjut lagi di tahun-tahun mendatang.
Menurut Emirsyah, kontrak ini merupakan hal yang sangat strategis, karena bisa meningkatkan performa GMF di dunia internasional. "Selama ini pesawat-pesawat Nigeria ini melakukan perawatan di Eropa. Sekarang, mereka akan merawat pesawat-pesawatnya yang sebagian besar Boeing 747 ke GMF," kata Emirsyah.
Saat ditanya mengapa maskapai-maskapai Nigeria mau merawat pesawat-pesawatnya di hanggar GMF di Jakarta, Emirsyah mengatakan selain harga kompetitif, juga GMF juga sudah memiliki standar internasional. Dengan demikian, maskapai Nigeria akan lebih efisien.
Dalam pembicaraan dengan maskapai Nigeria, dalam waktu 4-5 tahun mendatang Nigeria akan membangun hanggar perawatan pesawat di Lagos. "Nanti Garuda akan terlibat juga dalam proyek ini," jelas Emirsyah.
Kelima maskapai penerbangan Nigeria yang melakukan kerja sama dengan Garuda adalah Kabo Air, Silverback Africa, Hak Air, Max Air Ltd, dan Service Air Ltd. "Kerja sama ini baru untuk perawatan pesawat. Untuk kerja sama aktivitas penerbangan belum ada," ujar Emirsyah.(detikfinance)
Wow.. Laba Bank Rakyat Indonesia Tembus Rp 18,5 Triliun
Written By Admintrator on Thursday, 31 January 2013 | 15:33
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mencatat perolehan laba bersih yang mencapai Rp 18,5 triliun atau meningkat sebesar 22,79% dibanding tahun 2011 yang lalu yang hanya mencapai Rp 15 triliun.
"Perolehan laba tersebut merupakan hasil nyata dari transformasi bisnis yang dilakukan BRI selama ini, yaitu memperkuat fokus pada segmen UMKM dengan tetap mengedepankan kebijakan prudential banking, memperluas jaringan unit kerja dan e-channel, serta melakukan pengembangan e-banking, termasuk juga produk & layanan berbasis IT lainnya," ungkap Corporate Secretary BRI Muhammad Ali seperti dikutip dari siaran persnya, Kamis (31/1/2013).
Laba tersebut ditopang dari tingginya pertumbuhan kredit BRI yang mencapai 22,80% secara year on year atau mencapai Rp 348 triliun di 2012 dibandingkan pada 2011 yang hanya Rp 283 triliun.
"Yang menggembirakan, kualitas kredit dapat terjaga bahkan membaik, tercermin dari rasio kredit bermasalah (NPL) per Desember 2012 sebesar 1,78% (gross), menurun dari posisi di akhir Desember 2011 yang tercatat sebesar 2,30% (gross)," tambah Ali.
Pertumbuhan kredit mikro sendiri mencapai Rp 4,8 triliun, dan di kuartal ke IV mencatat pertumbuhan (net) QoQ tertinggi yaitu sebesar Rp 5,73 triliun, lebih dari dua kali pertumbuhan di periode yang sama di tahun 2011 yang lalu.
Jumlah rekening simpanan BRI tercatat lebih dari 35 juta rekening. Sementara rasio-rasio keuangan BRI di tahun 2012 antara lain ROA per akhir Desember 2012 tercatat 5,15%, meningkat dari posisinya di tahun 2011 sebesar 4.93%, ROE pada level 38,66%, dan BOPO sebesar 59,93% masih dibawah rata rata perbankan nasional. Sementara rasio CAR sebesar 16,95%.
(detikfinance)
Anak Usaha BCA Siap Terbitkan Obligasi Rp 1,8 Triliun di Tahun 2013
Written By Admintrator on Monday, 21 January 2013 | 06:36
Anak usaha PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di bidang pembiayaan, PT BCA Finance berencana menerbitkan obligasi senilai Rp 1,8 triliun pada kuartal I-2013. Obligasi tersebut merupakan bagian penawaran umum berkelanjutan (PUB) yang perseroan rencanakan sebesar Rp 3,5 triliun. "Ada obligasi karena PUB kami kan masih ada sisa. Ada sisa Rp 1,8 triliun. Kalo tahun ini kondisinya bagus, kuponnya bagus, kita siap. Lihat kuponnya dulu, antara kuartal 1 atau kuartal 2 tahun ini," kata Direktur Utama BCA Finance Roni Haslim, saat ditemui wartawan, di Hotel Mahakam, Jakarta, Senin (21/1/2013).
Roni mengatakan, nantinya hasil dari penerbitan obligasi tersebut akan digunakan untuk memenuhi target pembiayaan perseroan tahun ini sebesar Rp 30 triliun. Target pembiayaan tersebut akan diperoleh dari pinjaman bank, yang merupakan join financing bank BCA sebesar 90 persen, sementara sisanya dari obligasi dan modal kerja.
Sementara itu, perseroan optimistis bisa mencapai target pembiayaan tahun ini sebesar Rp 30 triliun dengan menambah 6 kantor cabang di wilayah timur Indonesia dengan estimasi biaya sebesar Rp 300 juta per satu kantor cabang.
Sebagai gambaran, permintaan obligasi berkelanjutan tahap I tahun 2012 milik PT BCA Finance sudah mencapai Rp 2 triliun, lebih tinggi dari target perusahaan sebesar Rp 1 triliun. Melihat animo yang besar, kemungkinan akan up size sampai Rp 1,7 triliun.(detikfinance)
Luar Biasa, Perusahaan Ban Milik Salim Jadi Sponsor Manchester United
Written By Admintrator on Tuesday, 8 January 2013 | 17:53
Manchester United resmi mengumumkan kerjasama dengan produsen ban asal Indonesia, PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA). Direktur Komersial Manchester United, Richard Arnold menyambut gembira kerjasama tersebut. "Manchester United dengan gembira menyambut Multistrada sebagai 'Official Tire Partner' di Indonesia. Kami selalu mendapatkan dukungan yang luar biasa di negara ini dan hubungan kerjasama ini merupakan cara yang penting untuk menghubungkan klub ini dengan penggemar kami," kata Arnold dalam siaran persnya, Selasa (8/1/2013).
Dengan lebih dari 54 juta penggemar di Indonesia, Manchester United masuk ke dalam jajaran klub sepak bola terpopuler di Indonesia. Mempertimbangkan ketenaran Manchester United tersebut, PT Multistrada, bergabung bersama merk terkemuka lainnya, memutuskan untuk bekerjasama dengan Klub tersebut untuk membawa pesonanya lebih dekat ke penggemarnya.
"Beberapa bulan lalu, hampir 12,000 penggemar mengantri pada acara Meet & Greet kami, walaupun kami hanya mampu menyediakan tempat bagi 6,000 fans. Meskipun berasal dari dua industri yang sangat berbeda, Multistrada dan Manchester United memiliki banyak kesamaan, yang merupakan dasar utama kami dalam memilih partner, dan saya yakin bahwa ini akan menjadi kerjasama yang sukses," imbuh Arnold.
Presiden Direktur Multistrada Pieter Tanuri menjelaskan, Multistrada sangat bangga bisa ambil bagian dalam kerjasama ini.
"Achilles Radial dan Corsa Motorcycle Tire, sebagai dua produk unggulan PT Multistrada, sangat bangga untuk bisa ambil bagian dalam kerjasama bergengsi bersama klub sepak bola nomor satu di dunia, Manchester United. Kami yakin bahwa hubungan kerjasama ini akan lebih mendongkrak brand kami di dunia," tuturnya.
Multistrada, pertama kali didirikan pada tahun 1988, di mana saat ini memiliki tiga produk ban bermerek Achilles, Corsa dan Strada yang memproduksi ban untuk mobil penumpang (PCR), light truck (LTR), sepeda motor (MC), SUV, dan akan menyusul truk dan bus (TB) di 2013.
Seperti diketahui, saham Multistrada dimiliki sebagian oleh PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) yang dimiliki Salim Group.(DtkO)
Keuntungan Perbankan RI Raup Laba Rp 76 Triliun dalam 10 Bulan
Written By Admintrator on Saturday, 29 December 2012 | 04:21
Foto: Dok. detikFinance - Industri perbankan di Indonesia berhasil meraup laba bersih Rp 76,125 triliun sepanjang periode Januari-Oktober 2012. Laba tersebut naik 19,6% dibandingkan periode yang sama di 2011.
Demikian dikutip dari laporan statistik perbankan yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), Sabtu (29/12/2012).
Kenaikan laba bersih perbankan Indonesia ditopang oleh perolehan pendaptan bunga sepanjang periode tersebut yang mencapai Rp 322,428 triliun. Naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 307,308 triliun. Sementara beban bunga perbankan turun di pada Januari-Oktober 2012 menjadi Rp 152,651 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 160,32 triliun.
Pencapaian tadi membuat pendapatan bunga bersih perbankan naik menjadi Rp 169,776 triliun pada periode Januari-Oktober 2012, dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 146,988 triliun.
Hingga Oktober 2012, jumlah kredit yang diberikan perbankan adalah Rp 2.601,768 triliun. Naik dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 2.119,843 triliun.
Jumlah aset perbankan nasional hingga Oktober 2012 mencapai Rp 4.028,789 triliun, naik dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2.862,679 triliun. (detikfinance)
PT. Telkom Terima Klaim Asuransi Satelit Rp 1,66 Triliun
Written By Admintrator on Tuesday, 27 November 2012 | 19:54
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) akhirnya menerima klaim asuransi US$ 185,31 juta atau setara Rp 1,665 triliun untuk satelit Telkom 3 yang gagal mencapai orbit pada 7 Agustus 2012.
Pembayaran ini dilakukan oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) asuransi, PT Jasindo (Persero) secara bertahap mulai tanggal 1 November, 8 November dan terakhir tuntas pada 20 November 2012.
Dirut Telkom Arief Yahya mengaku pembayaran klaim asuransi ini sungguh sangat cepat, hanya dalam waktu 3,5 bulan sudah selesai dilakukan.
"Saat ini satelit ini melayang 5.000 km. Setelah satelit ditanyakan lost dapat asuransi, biasanya asuransi 8 bulan, tapi Jasindo cukup 3,5 bulan," tutur Arief saat serominial penyerahan klaim Asuransi di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Di tempat yang sama, Dirut Jasindo Budi Tjahjono mengatakan dalam proses pembayaran klaim satelit Telkom 3 yang gagal mengorbit ini, pihaknya menggadeng 37 underwriter dan 5 perusahaan asuransi.
"Walaupun 37 (underwriter) itu semua belum bayar, ini komitmen ke Telkom. Kami menalangi dulu, kami mengucapkan terima kasih ke Pak Arief (dirut Telkom)," tutur Budi.
Sementara itu, Menteri BUMN Dahlan Iskan yang ikut menyaksikan serominial penyerahan uang klaim ke pihak Telkom mengatakan, hal ini wujud kerjasama yang profesional antara 2 buah BUMN dalam hubungan bisnis.
"Ini bentuk sinergi BUMN dasar profesional bukan asal tolong menolong. Komitmennya dipegang sepenuh-penuhnya," papar Dahlan.
Telkom Terima Penghargaan Economic Challenges 2012
Written By Admintrator on Tuesday, 20 November 2012 | 16:26
Telkom meraih penghargaan Economic Challenges Award 2012 kategori Industri Bidang Telekomunikasi, yang diselenggarakan Metro TV, Senin (19/11), di Jakarta. Telkom mendapat penghargaan ini dalam dengan 68% pemilih atas kinerja positif. Pakar Ekonomi, Rhenald Kasali, dan Pengusaha, Tanri Abeng, menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Dirut Telkom, Arief Yahya (AY).
Pemimpin Redaksi Metro TV, Suryopratomo, mengungkapkan program Economic Challenges Award 2012 bertema “Global Eye on Indonsia” dan diberikan kepada sebelas perusahaan Indonesia yang mampu bersaing dengan merek global, populer, serta menerapkan GCG. Suryopratomo juga menyatakan seleksi penjurian berlangsung melalui voting selama satu bulan lewat internet.
Dalam diskusi tanya-jawab, AY menjelaskan Telkom berfokus pada pertumbuhan double digit dari seluler dan broadband. Ia mengungkapkan Telkom mendapat lisensi di Timor Leste untuk 15 tahun, dan sudah tahun 2013 mulai beroperasi.
“Tidak hanya Timor Leste, Telkom telah menjadi global player dengan anak perusahaan bernama Telin yang berada di Singapura, Hongkong, Malaysia, dan Australia. Telkom tidak akan tumbuh double digit bila tidak dilakukan invasi. Oleh karena itu, value dari Telin mencapai 10 % sampai 20 %,” ungkapnya.
Tanri Abeng mengungkapkan dirinya telah melihat ekuintitas Telkom untuk menjadi holding company di global palyer. Menurutnya hal tersebut terbukti dengan listing di New York Stock Exchange dan London Stock Exchange, serta di Tokyo Stock Exchange, sebagai public offering without listing.
“Hal ini governance-nya bagus dan market kapitalisasi menjadi nomor satu lagi sekarang ini,” ujar Abeng.
Sementara itu, Rhenald Kasali mengungkapkan dua hal yang dinilainya sebagai kemajuan Telkom, yaitu tumbuhnya middle class di banyak kota Indonesia, serta kebutuhan masyarakat agak bergeser dengan gaya hidup di bidang telekomunikasi dan IT.
Perusahaan Garuda Sabet Laporan Tahunan Terbaik di Moskow
Written By Admintrator on Sunday, 18 November 2012 | 00:56
Menjelang penghujung tahun, prestasi yang dikoleksi PT Garuda Indonesia Tbk bertambah panjang. Terbaru, maskapai nasional ini menyabet penghargaan Laporan Tahunan Terbaik (Best Annual Report) kategori Foreign Company (Perusahaan Asing) dalam ajang kompetisi XV Annual Report Competition yang digelar oleh Bursa Efek Moskow (Moscow Exchange).
Upacara penyerahan penghargaan tersebut diadakan di Hotel Ararat Park Hyatt di jantung Moskow pada Jumat (16/11/2012) malam. Penghargaan diserahkan oleh Direktur Deloitte CIS Oleg Shvyrkov kepada Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Djauhari Oratmangun, didampingi oleh SM Corporate Identity Management Garuda Indonesia Tri Poetra I Sakti.
Dalam pidato ucapan terimakasihnya, Djauhari menekankan prestasi Garuda sebagai maskapai terbaik di dunia seiring dengan berbagai penghargaan tingkat internasional yang dicapainya. Tak lupa Djauhari mengundang hadirin untuk bertandang ke Indonesia.
"Tapi jangan hanya ke Bali saja, melainkan ke provinsi yang lain juga," ujar diplomat karier ini. Hadirin yang berasal dari pelaku bisnis sejumlah perusahaan terkemuka pun tertawa kecil dan bertepuk tangan meriah. Maklum, Bali sangat populer di Rusia.
Laporan tahunan Garuda yang memenangi ajang tersebut merupakan Annual Report Garuda Indonesia Tahun 2011 yang mengambil tema "Embarking into a New Dimension". Laporan edisi cetak setebal 500 halaman dan dilengkapi buklet tipis berisi summary itu, mengambil cover pemandangan Raja Ampat di Papua yang sedang naik daun. Laporan itu juga bisa diakses lewat internet.
Secara terpisah, Tri Poetra menjelaskan laporan tahunan kini tidak lagi sebatas pelaporan pertanggungjawaban manajemen dalam RUPS, namun telah menjadi media komunikasi yang efektif kepada semua pihak (regulator, karyawan, mitra bisnis, vendor/supplier, investor, konsumen dsb) tentang kinerja dan prospek perusahaan ke depan.
"Keikutsertaan dalam Annual Report Award merupakan wujud penerapan Good Corporate Governance serta dapat menjadi sarana bagi perusahaan untuk memperoleh masukan dari berbagai kalangan tentang seberapa baik laporan tahunan tersebut sekaligus semakin memantapkan keberadaan perusahaan di komunitas industri," ujarnya.
Karena itulah, laporan tahunan kini tidak lagi hanya berupa angka-angka dan penjelasan yang menjemukan saja. Laporan Tahunan Garuda 2011, misalnya, memiliki tema khusus tentang kesibukan Garuda sejak pukul 00.00 hingga 24.00 WIB yang diambil dari berbagai daerah operasi Garuda, lengkap dengan suguhan visual yang impresif plus informasi komplet. Membolak-balik laporan tahunan kini tak lagi membosankan.
Tri menuturkan, ada 5 aspek yang terangkum dalam laporan tahunan Garuda tersebut yaitu aspek kelengkapan; marketing; komunikasi; compliance dan aspek investor.
Setiap tahun, Garuda menentukan tema laporan tahunan sesuai dengan prestasi dan momentum yang terjadi pada tahun bersangkutan. Misalnya pada 2009, laporan tahunan Garuda bertajuk Expanding Our Wings dengan gambar cover pemandangan Gunung Bromo dan tahun 2010 berjudul Ready for the Next Journey dengan gambar kulit keindahan Danau Toba.
Tahun 2011 mengambil tema besar "Embarking into a New Dimension" karena pada tahun tersebut terdapat dua peristiwa penting yang membawa Garuda ke dimensi baru. Pertama, Garuda go public pada 11 Februari di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kedua, Garuda menetapkan program quantum leap (lompatan besar) 2011-2015 sebagai program strategis ekspansi perusahaan, misalnya dengan menargetkan jumlah pesawat hingga 194 armada pada 2015.
Dalam membuat laporan tahunan, Tri berpikir apakah laporannya telah handal dan komunikatif alias tidak hanya bagus di cover saja. Nah, untuk mengujinya, maka dia mengikuti sejumlah lomba annual report di dunia.
Hasilnya sungguh luar biasa. Laporan tahunan Garuda 2011 diganjar 5 penghargaan yaitu Annual Report Award oleh regulator di Indonesia; Stevie Award 2012 di Seoul; Galaxy Awards 2012 di New York; Spotlight Award 2012 di Florida; dan terakhir di XV Annual Report Competition di Moskow yang diikuti 155 peserta di seluruh dunia.
"Penghargaan di Moskow ini sangat bergengsi karena penyelenggaranya merupakan regulator (Bursa Efek Moskow)," kata Tri bangga.
Sementara itu, Dubes Djauhari Oratmangun menyambut gembira kemenangan Garuda. Penilaian yang diberikan oleh lembaga regulator itu tentu saja objektif.
Kemenangan itu juga membuka peluang kerjasama baru Indonesia dan Rusia lewat Garuda. "Minat warga Rusia ke Indonesia juga akan semakin besar, baik sebagai turis maupun investor," ujarnya optimistis.(detikfinance)
Starbucks Akuisisi 'Warung Teh' di AS Senilai Rp 5,6 Triliun
Written By Admintrator on Friday, 16 November 2012 | 00:51
Starbucks Corp menyatakan niatnya untuk mengakuisisi kedai teh asal Amerika Serikat Teavana Holdings Inc seharga US$ 620 juta atau sekitar Rp 5,6 triliun. Starbucks ingin mengulang kesuksesannya seperti yang telah dilakukan pada kedai kopi miliknya.
CEO Starbucks, Howard Schultz mengatakan, selain membuka toko sendiri bernama Teavana di Amerika Serikat dan luar AS, nantinya Starbucks akan memiliki bar yang menyajikan menu khusus teh di Kedai Teavana yang telah ada.
Dia melanjutkan, Starbucks sendiri baru menyajikan kopi espresso pada tahun 1987, sedangkan pada saat itu, 11 toko Starbucks hanya menjual kopi biji utuh. "Kita akan melakukan hal yang sama ada Teavana. Kita akan melakukan apa yang sudah kita lakukan pada kopi" tutur Schultz di The Star.
"Akuisisi ini merupakan salah satu langkah yang paling brilian yang pernah dilakukan Starbucks," ungkap Analis Sharon Zackfia, William Blair. Ini bukan kali pertama Starbucks melakukan terobosan. Tercatat pada tahun 1998 Starbucks membeli teh Tazo seharga US$ 8,1 juta atau sekitar Rp 72,9 miliar. Dia melanjutkan, kedua merk ini akan saling mendukung, Starbucks akan membawa teh Teavana sebagai teh berkualitas premium.
"Akuisisi ini akan membawa keuntungan besar terhadap Starbucks, dari segi infrastruktur, dan ketrampilan," pungkasnya.(detikfinance)
Tingkat Penjualan Mobil Masih Tinggi, Astra Cetak Laba Rp 14 Triliun
Written By Admintrator on Thursday, 1 November 2012 | 02:24
Laba bersih PT Astra Internasional Tbk (ASII) naik 9% di akhir September 2012 menjadi Rp 14,7 trilun dari sebelumnya Rp 13,4 triliun. Naiknya laba disokong tingginya penjualan mobil.
Pendapatan bersih Astra pada sembilan bulan pertama tahun 2012 mencapai Rp 143,1 triliun, meningkat 20% dibandingkan periode yang sama tahun 2011.
Laba bersih per saham juga mengalami peningkatan sebesar 9% menjadi Rp 362 per saham. Nilai bersih aset Astra sebesar Rp 1.643 per saham pada 30 September 2012, mengalami peningkatan sebesar 10% dibandingkan periode akhir tahun 2011.
“Kinerja yang baik dari Grup Astra pada sembilan bulan pertama tahun ini terutama didukung oleh tingginya penjualan mobil," ujar Presiden Direktur ASII Prijono Sugiarto dalam siaran pers, Rabu (31/10/2012).
Ia mengatakan, menurunnya permintaan di sektor alat berat mencerminkan pelemahan harga batubara, sementara turunnya harga CPO baru-baru ini juga mempengaruhi tingkat keuntungan Perseroan.
"Meskipun prospek bisnis kami tetap baik dan Grup Astra diharapkan mencapai kinerja usaha yang memuaskan untuk tahun ini, penurunan harga komoditas dapat memberikan pengaruh terhadap kinerja perusahaan ke depan,” tambahnya.
Kegiatan Grup Astra fokus pada enam lini bisnis, yaitu Divisi Otomotif, Jasa Keuangan, Alat Berat dan Pertambangan, Agribisnis, Infrastruktur dan Logistik, serta Teknologi Informasi.
Kontribusi laba bersih Divisi Otomotif meningkat 17% menjadi Rp 7,2 triliun, termasuk Rp 3,7 triliun dari Perseroan dan anak perusahaan, serta Rp 3,5 triliun dari perusahaan asosiasi dan jointly control entities di bidang otomotif.
Pemberlakuan peraturan baru mengenai uang muka (down payment) minimum pada pembiayaan otomotif sejak pertengahan bulan Juni 2012 lalu telah menyebabkan penurunan pada pasar sepeda motor, sedangkan untuk pasar mobil tidak terlalu terpengaruh.
Total penjualan mobil nasional meningkat 24% menjadi 816.000 unit. Penjualan mobil Grup Astra (Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks, dan Peugeot) mengalami kenaikan 24% menjadi 448.000 dengan pangsa pasar yang stabil sebesar 55%. Astra meluncurkan 17 model baru dan 26 model facelift selama sembilan bulan pertama di tahun 2012.
Total penjualan sepeda motor nasional mengalami penurunan sebesar 14% menjadi 5,3 juta unit. Penjualan sepeda motor PT Astra Honda Motor (AHM) turun 3% menjadi 3,1 juta unit, namun pangsa pasar meningkat dari 52% menjadi 58%.
Selama sembilan bulan pertama tahun 2012, AHM meluncurkan dua model baru dan sembilan model facelift. Penjualan sepeda motor nasional pada sembilan bulan pertama tahun 2012 juga terkena dampak negatif dari pengetatan standar pemberian pinjaman pada beberapa perusahaan pembiayaan konsumen.
PT Astra Otoparts Tbk (AUTO) mencatat laba bersih Rp 767 miliar, meningkat 2% dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan pendapatan sebesar 13%, terutama untuk pasar pabrikan (OEM) dan suku cadang pengganti, tergerus sebagian oleh meningkatnya biaya bahan baku dan tenaga kerja yang tidak dapat dibebankan seluruhnya kepada pelanggan.
Sementara laba bersih Divisi Jasa Keuangan mengalami kenaikan 9% menjadi Rp 2,8 triliun. Total pembiayaan melalui bisnis pembiayaan otomotif Astra yang terdiri dari Federal International Finance (FIF), Astra Credit Companies (ACC), dan Toyota Astra Financial Services (TAFS) tumbuh 3% menjadi Rp 38,6 triliun, termasuk pembiayaan melalui joint bank financing without recourse.
Total pembiayaan alat berat melalui PT Surya Artha Nusantara Finance dan PT Komatsu Astra Finance tumbuh 12% menjadi Rp 5,8 triliun. PT Bank Permata Tbk yang 44,5% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan laba bersih Rp 1,1 triliun, meningkat 16%, didukung oleh pertumbuhan dari pendapatan bunga bersih dan fee-based income, meskipun terdapat kenaikan biaya operasional.
PT Asuransi Astra Buana (AAB), anak perusahaan yang bergerak di bidang asuransi membukukan laba yang sedikit lebih tinggi disebabkan pertumbuhan pendapatan premi kotor yang sangat baik, namun sebagian terkoreksi oleh biaya komisi dan biaya klaim yang lebih tinggi.
Kontribusi laba bersih Divisi Alat Berat dan Pertambangan meningkat 3% menjadi Rp 2,7 triliun. PT United Tractors Tbk (UNTR) melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 3% menjadi Rp 4,5 triliun, yang didukung oleh kenaikan pendapatan bersih sebesar 11%.
Pendapatan bersih segmen usaha mesin konstruksi turun 5%, dikarenakan turunnya penjualan alat berat Komatsu sebesar 15% menjadi 5.455 unit. Hal ini akibat menurunnya permintaan dari sektor tambang karena turunnya harga batubara dan meningkatnya kompetisi yang disebabkan oleh kelebihan produksi alat berat dari China yang dialihkan ke pasar Indonesia.
Meskipun demikian, dampak penurunan penjualan alat berat dapat dikurangi oleh tingginya pertumbuhan pendapatan dari penjualan suku cadang dan layanan purna jual. PT Pamapersada Nusantara (PAMA), anak usaha UNTR di bidang kontraktor penambangan batubara, mencatat peningkatan pendapatan bersih sebesar 26%, seiring dengan peningkatan produksi batu bara sebesar 8% menjadi 69 juta ton dan peningkatan pengerjaan pemindahan tanah (overburden removal) sebesar 8% menjadi 634 juta bcm.
Anak perusahaan UNTR di bidang pertambangan melaporkan peningkatan pendapatan bersih 28%, didukung oleh penjualan 4,5 juta ton batubara atau meningkat 41% dibanding sembilan bulan pertama tahun lalu. Penurunan harga jual rata-rata batu bara dan meningkatnya harga bahan bakar berpengaruh negatif pada margin laba kotor.
United Tractor dan anak perusahaan memiliki 9 tambang batubara dengan total cadangan diperkirakan 380 juta ton.
Kontribusi laba bersih Divisi Agribisnis turun 10% menjadi Rp 1,3 triliun. PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan laba bersih Rp 1,7 triliun, turun 10% dibandingkan periode yang sama tahun 2011.
Walaupun harga rata-rata CPO mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, produksi minyak sawit meningkat 11% menjadi 1 juta ton, yang menghasilkan peningkatan pendapatan sebesar 8%. Namun, laba bersih perusahaan turun akibat tingginya biaya produksi dan biaya operasional.
Kontribusi laba bersih Divisi Infrastruktur dan Logistik turun 2% menjadi Rp 472 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu, dikarenakan adanya keuntungan tambahan tahun lalu yang berasal dari pembalikan penyisihan pajak penghasilan, yang bila dikecualikan maka laba bersih tahun ini naik sebesar 22%.
PT Marga Mandalasakti (MMS) mengoperasikan jalur Tangerang – Merak sepanjang 72,5 km, mencatat peningkatan volume trafik kendaraan sebesar 16% di sembilan bulan pertama menjadi 28 juta kendaraan dengan tarif rata-rata yang lebih tinggi.
Pada akhir tahun 2011, Astra mengakuisisi 95% saham jalan tol Kertosono – Mojokerto di Jawa Timur sepanjang 40,5 km, yang saat ini sedang dalam masa konstruksi dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2013, tergantung pada penyelesaian proses pembebasan lahan.(detikfinance)
Laba Samsung Ukir Rekor, Tembus Rp 57 Triliun
Written By Admintrator on Friday, 26 October 2012 | 02:41
foto:reuters - Perusahaan elektronika asal Negeri Ginseng, Korea Selatan, Samsung Electronics memecahkan rekor dalam pendapatan laba bersih pada triwulan III-2012 sebesar 6,6 triliun won atau US$ 5,97 miliar, setara dengan Rp 57 triliun.
Laba bersih pada triwulan III ini mengalahkan laba bersih yang didapatkan pada periode April-Juni, yaitu 5,19 triliun won.
Capain triwulan III-2012 ini ditopang dengan keberhasilan Samsung dalam penjualan produk smartphone-nya, dan juga peningkatan permintaan untuk tampilan panelnya. Perusahaan teknologi terbesar berdasarkan pendapatan itu pun memecahkan rekor untuk laba operasi pada bulan Juli hingga September kemarin, yakni 8,12 triliun won atau naik 91% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Penjualan smartphone atau produk telepon seluler Samsung memberikan kontribusi paling besar dalam pendapatan perusahaan. Sebesar 26,25 triliun won dalam pendapatan untuk triwulan I, angka ini lebih dari 50% dari total pendapatan perusahaan. "Situasi bisnis agak sulit karena ketidakpastian ekonomi global saat ini yang terjadi di Amerika Serikat dan Eropa. Tapi kita tetap melanjutkan untuk memecahkan rekor pendapatan kita," kata Senior Vice President Samsung Robert Yi dalam keterangannya yang dikutip detikFinance dari AFP, Jumat (26/10/12).
Analis memperkirakan akan ada penurunan marjinal dalam pendapatan. Karena penjualan produk pada pengecer atau retailer puncaknya adalah pada triwulan III pada musim liburan, dan perusahaan teknologi meningkatkan pengeluaran untuk pemasaran yang teburu-buru di akhir tahun ini.
Namun, mereka mengungkapkan, bisnis telekomunikasi Samsung akan berlanjut dalam mengatur pendapatannya dengan penjualan produk dengan segmentasi memengah ke atas, yaitu Samsung Galaxy S III.
"Kita berharap Samsung bisa memberikan pertumbuhan pendapatan yang solid dengan produknya yang consumer-branded, smartphone dan TV, dan memperkuat penawarannya dalam komponen bisnis, semikonduktor dan tampilan panel," katanya.
Tahun ini, produsen elektronik asal Korea Selatan itu mengincar laba sebanyak US$ 25 miliar (Rp 225 triliun). Target ini membuat para karyawannya bersemangat dengan adanya iming-iming bonus yang tinggi di akhir tahun.(detikfinance)
Laba Telkom Tembus Rp 10 Triliun Sampai dengan Triwulan-3 2012
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) berhasil membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang mengesankan sepanjang Triwulan III 2012. Pendapatan usaha perusahaan pelat merah ini menembus Rp 56,9 triliun. Pendapatan ini meningkat sebesar empat triliun rupiah atau 7,6 persen dibanding tahun lalu.
“Laba bersih perusahaan mencapai Rp 10 triliun atau naik 19,3 persen,” kata Direktur Utama Telkom Arief Yahya, dalam rilisnya kepada Republika , Selasa (23/10). Peningkatan pendapatan tersebut terutama disebabkan oleh peningkatan pelanggan seluler dan penjualan tinggi dalam layanan data, Internet dan information technology (IT).
Menurut Arie, layanan data, internet dan IT mencatat rekor dan menjadi growth driver yang penting bagi perseroan. Ini didukung adanya penambahan jumlah pelanggan seluler yang signifikan di tengah kondisi persaingan pasar yang keras. Misalnya Telkomsigma yang telah mengakuisisi data center di daerah Sentul, Jawa Barat. Telkom sudah menguasai 3.800 meter (m) persegi data center tersebut. Telkom berencana memiliki 24.000 m persegi data center.
Lonjakan pendapatan data, internet dan jasa teknologi informatika yang mencapai Rp 20,1 triliun, meningkat sebesar Rp 2,1 triliun atau tumbuh 12,2 persen. Berikutnya, pendapatan interkoneksi yang mencapai Rp 3,1 triliun, meningkat Rp 463 milyar atau tumbuh sebesar 17,6 persen dibanding periode sama 2011.
Pendapatan dari layanan seluler, diakui Arief, masih memberikan kontribusi terbesar terhadap pendapatan Telkom. Berikutnya pendapatan data, internet dan IT services, sebagai kontributor kedua terbesar dengan pertumbuhan 6,5 persen dibandingkan triwulan II 2012.(REPUBLIKA.CO.ID)
Prestasi Garuda Sabet Penghargaan Internasional
Written By Admintrator on Wednesday, 24 October 2012 | 21:17
Foto: Ari Saputra-detikFinance - Untuk kesekian kalinya di tahun ini, maskapai penerbangan PT Garuda Indonesa Tbk meraih penghargaan bergengsi tingkat internasional. Garuda meraih Bronze Stevie Winners dari International Business Awards untuk katagori annual report terbaik kategori cetak. Garuda berhasil bersaing dengan 200-an perusahaan yang mengincar penghargaan katagori serupa.
"Penghargaan ini akan semakin membuka jalan bagi Garuda untuk menjadi maskapai penerbangan global. Kedua, penghargaan ini menunjukkan Garuda menjadi perusahaan yang kredibel dari aspek pelaporan dan governance yang diakui oleh domestik dan dunia internasional," kata Senior Manager Corporate Identity Management Garuda Tri Poetra I. Sakti usai menerima penghargaan dari Presiden Stevie Awards Michael Gallagher di Hotel Ritz Carlton, Seoul, Korea Selatan, Senin (15/10/2012).
Menurut Tri Poetra, sebelum meraih Stevie Award, laporan tahunan (annual report) Garuda telah menyabet berbagai penghargaan di level nasional dan internasional. Tahun 2008, 2009, dan 2010, laporan tahunan Garuda meraih peringkat pertama Annual Report Award (ARA) BUMN/BUMD Non Keuangan. Sementara 2010/2011, laporan tahunan tersebut meraih penghargaan platinum dari League of American Communications Profesional (LACP).
"Tiap tahun kita selalu memperbarui visualisasi dan desain. Dari cover, mengambil keindahan alam Indonesia. Dibuat tematik disertai narasi, grafik, dan visual yang menarik. Sehingga mudah dibaca oleh investor maupun analis," ucap Tri Poetra sambil menunjukkan laporan tahunan setebal 496 halaman namun disertai ringkasan sebanyak 10 halaman saja.
Sementara itu, Presiden Stevie Awards Michael Gallagher menyatakan, tidak mudah perusahaan untuk lolos dari sistem penjurian yang ketat. Sehingga perusahaan yang meraih penghargaan ini layak masuk dalam kompetisi internasional.
"Lebih dari 3.200 perusahaan dari 50 negara masuk dalam kompetisi ini. Lebih dari 270 profesional terlibat untuk menjadi juri yang melakukan tugasnya pada Mei hingga Juli di seluruh dunia. Kompetisi ini menjadi pintu masuk perusahaan di level dunia," kata Michael Gallagher dalam sambutan singkatnya sebelum menyerahkan penghargaan.
Sebelumnya, Garuda juga meraih penghargaan bergengsi sebagai The World's Best Regional Airline dari Skytrax, sebuah lembaga independen yang melakukan survei kepada 200 perusahaan penerbangan internasional.
"Selain Stevie Award, dalam waktu hampir bersama kita juga menerima penghargaan Galaxy Award dari MerComm dalam kategori laporan tahunan. Cuma tidak ada seremoni untuk penghargaan ini," tutup Tri Poetra.
Sebagai catatan, MerComm merupakan perusahaan independen yang menilai satnadar keahlian dalam berkomunikasi baik individu, organisasi, perusahaan, maupun ke klien.(DtkF)
Sony: Kecil Itu Masa Depan
Akio Morita |
|
Walkman

Sumber : http://www.andriewongso.com/artikel/success_story/3404
NOKIA : Pandai-pandailah beradaptasi untuk bertahan hidup
Bagaimana Nokia berubah dari sebuah perusahaan pembuat sepatu memancing yang sudah kuno menjadi pemimpin pasar telepon seluler di seluruh dunia merupakan salah satu perubahan bisnis yang menebjubkan di abad ke-20.
