Latest Post
Showing posts with label Tips n Trik. Show all posts
Showing posts with label Tips n Trik. Show all posts

Ingin Sukses Melamar Kerja, Jangan Pernah Tulis Ini di CV

Written By Admintrator on Friday, 1 February 2013 | 04:52

tujuh PENULISANkalimat dalam daftar riwayat hidup saat melamar kerja menjadi poin kesuksesan Anda dalam mencari kerja. Untuk itu, selektiflah memilih kata agar pencarian kerja Anda lancar. Sering kali ditemui pada resume lembar pekerjaan mengenai penulisan pengalaman yang luas. Akan tetapi, menurut ahli karier, David Schwarz, penggunaan istilah tersebut  tidak hanya membuat CV Anda terkesan tidak menggambarkan diri Anda sendiri dan justru membohongi calon perusahaan yang akan merekrut Anda.

"Banyak para pelamar yang menuliskan kata-kata itu pada lembar CV mereka, dan mereka mengabaikan detail," Schwarz, seperti dikutip News.com.au. Schwarz mengatakan bahwa semua yang Anda masukkan ke dalam resume perlu didukung dengan bukti. "Jika Anda tidak dapat membuktikannya dengan benar sesuai pada istilah yang Anda gunakan, maka hal itu dapat membuat Anda terlihat seperti orang bodoh,” sambungnya.

Dia menambahkan, calon pelamar tidak harus mencakup pernyataan aspirasi dalam resume mereka. Seperti ingin menjadi atau memiliki tujuan ke depan seperti apa, namun mereka harus mengatakan keahlian yang benar-benar mereka miliki.
“Dan kata-kata yang kerap kali ditemui pada resume jarang sesuai dengan keahlian mereka yaitu, kreatif, efektif, termotivasi, pengalaman yang luas, inovatif, tanggung jawab, menganalisis, keterampilan komunikasi, dan berpikiran positif,” tutupnya, sebagaimana yang dilansir Times of India(Okezone)

Inilah Cara Mengembangkan Sikap "Berdaya" di Perusahaan

Written By Admintrator on Friday, 25 January 2013 | 17:41

tujuh Salah satu indikator organisasi yang sehat adalah bila di dalamnya terdapat individu-individu yang bersemangat. Kita bisa menyaksikan seseorang yang bekerja melampaui jam kerja yang standar dan masih penasaran menyelesaikan pekerjaaannya sampai larut malam. Paraoffice boy sekalipun bisa terlihat bergerak ke sana kemari, namun tetap tidak lupa memerhatikan apa yang dibutuhkan setiap karyawan yang dilayaninya.

Sebaliknya, kita juga tahu bahwa ada lingkungan kerja di mana mindset “apa untungnya buat saya?” sangat kencang, dan selalu terjadi hitung-hitungan untung-rugi yang ketat antara karyawan dan perusahaan. Banyak perusahaan yang merasa perlu mengikat karyawan dengan berbagai kontrak agar dana yang digunakan untuk mengembangkan karyawan tidak sia-sia.

Padahal, kita sangat yakin bahwa  bila "hati" tidak berada di pekerjaan, kita dengan mudah "tidak berada" di pekerjaaan kita. Secara fisik, individu bisa jadi tetap ada di depan komputernya, namun yang dikerjakan bisa saja chatting seharian dengan teman, bahkan sibuk berbelanja online. Kita lihat betapa semangat karyawan di dalam sebuah organisasi menjadi misteri yang benar-benar perlu dipecahkan.
Menciptakan suasana produktif dan kondusif sama halnya dengan mempersiapkan tanah untuk menanam benih. Tanah yang liat, keras, dan padat, bila ditanami benih, paling-paling hanya bisa sampai memunculkan tunas, namun kemudian tidak bisa menghasilkan tanaman yang bermutu, bila dibandingkan dengan tanah yang sudah gembur, digarap, dicampur dengan kompos dan pupuk. Organisasi pun perlu memikirkan bagaimana membuat wadah yang nyaman untuk bekerja, berkarya dan berinovasi.

"Empowerment" perlu menjadi agenda penting dalam membina karyawan, karena kita tahu individu baru akan mengeluarkan isi pikirannya bila ia secara emosional dan spiritual merasa happy, diterima dan didukung. Kita pun tidak boleh lupa betapa generasi milenial yang kreatif dan pintar, merasa bahwa motivasi adalah hal yang terpenting dalam bekerja.

Pada saat bisnis sangat memerlukan konsentrasi, kita kerap melihat empowerment bawahan sering kita lupakan. Padahal, dengan adanya karyawan yang penuh percaya diri dan feel good terhadap pekerjaan, kita akan diuntungkan oleh sikap responsif, inovasi, dan kemampuan belajar yang lebih canggih.
Rasa sukses sebagai penyemangat
Kita bisa melihat banyak tantangan yang dihadapi Jokowi-Ahok untuk mengubah mental dan etos kerja institusinya. Namun, suasana kondusif yang kita idam-idamkan, di mana percaya diri dan rasa kompeten karyawan dirasakan setiap individu, bukanlah hal yang mustahil. Keyakinan, visi yang jernih, dan sasaran yang jelas tentu merupakan langkah awal yang baik.

Agar rasa percaya diri dan rasa kompeten ini semakin subur, seorang atasan mesti bisa memainkan beragam peran, mulai dari trainer, coach, dan mentor bagi anak buah. Atasan juga perlu membiasakan diri agar dalam setiap instruksi dan tugas yang ia berikan terselip pesan-pesan pembelajaran pada bawahannya. Individu pasti akan tergerak bila ia tahu apa yang bisa ia pelajari, mengapa ia harus mengetahui esensi tugasnya. Dengan memberi cukup informasi, mendemonstrasikan cara melakukan pekerjaan, memberi kesempatan untuk mempraktekkan dan mengoreksi kesalahan, individu tentu akan merasa didorong untuk sukses.

Performance yang sukses inilah yang akan menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan diri. Bila setiap individu dalam organisasi meyakini bahwa upayanya berdampak signifikan terhadap divisi, instansi, bahkan lingkungan, ia akan menyuburkan rasa positif mengenai dirinya, pekerjaan, dan tugasnya.
Menciptakan empowerment dalam organisasi menyangkut self concept, self esteem, dan self talk individu. Inidividu perlu merasa berharga, berguna, mempunyai pandangan positif mengenai karier, tugas dan pekerjaannya, dan selalu mempunyai ungkapan-ungkapan yang positif dalam self dialogue-nya.
Tanggung jawab pengambilan keputusan
Di sebuah perusahaan, seorang salesman potensial namun tergolong masih junior ditunjuk untuk mengikuti pertemuan industri sejenis di luar negeri. Ia kemudian datang ke atasannya dan mengatakan bahwa ia sebaiknya tidak diikutkan dalam tim, karena belum menguasai bisnis dibanding dengan rekan kerja lainnya yang sudah hafal mengenai kasus-kasus transaksi di perusahaan. Padahal, sebetulnya ia bisa dengan mudah ikut dalam rombongan, sekadar menikmati perjalanan dinas yang belum pernah dialaminya. Namun, hal ini tidak dilakukan, karena ia merasa punya tanggung jawab untuk memberi kontribusi penting dalam setiap penugasannya.

Inilah yang membedakan individu yang empowered dan yang tidak. Individu yang empowered mampu mengambil keputusan atas dirinya, dan take charge terhadap nasib kariernya sendiri.
Kita sendiri pun mungkin sering menggunakan ungkapan “serahkan pada ahlinya”, dan tidak menyadari bahwa sikap ini bisa menjadikan individu seolah menghindar dari pengambilan keputusan dan mengambil jarak terhadap suatu permasalahan. Akibatnya, individu terbiasa bersikap indecisive, tidak bisa mengambil keputusan di dalam area wewenangnya. Bahkan, yang lebih parah lagi, tidak mengambil keputusan atas diri dan nasibnya sendiri. Padahal, kita tahu bahwa individu sendirilah yang perlu memainkan peran aktif dalam menentukan masa depannya, menggapai cita-cita dan mimpinya, bukan perusahaan.

Dalam konteks kerja, kita melihat ini sebagai blind acceptance of authority, yaitu kondisi di mana individu tidak terbiasa mempunyai gambaran dan melihat dirinya sendiri secara jelas. Bila berlarut-larut, hal ini bisa berkembang dan mempengaruhi struktur power di organisasi.
Kita memang tidak bisa menutup mata bahwa individu dibesarkan dengan cara yang berbeda-beda. Ada anak yang sudah diberi pilihan sejak kecil, tetapi ada juga anak yang pilihan hidupnya dibuatkan oleh orangtua. Alhasil, dalam organisasi kita akan menemukan individu yang bervariasi, dari mempunyai kapasitas self growth besar dan kecil.

Jadi, bisakah kita menciptakan empowerment di organisasi? Yang jelas, menciptakan suasana penuh inisiatif dan berspirit ini bukan suatu proses membalik tangan. Ini sama dengan kenyataan bahwa kita tidak bisa mengubah budaya korporasi dengan satu program saja. Menciptakan suasana penuh empowerment adalah proses yang dinamis, panjang, dan menyentuh area "bawah sadar" individu.

(Eileen Rachman/Sylvina Savitri, EXPERD Consultant/KOMPAS.com )

Inilah Tips Kuatkan Mental Jelang Presentasi

Written By Admintrator on Monday, 21 January 2013 | 15:17

tujuh Ilustrasi : Telegraph

JAKARTA - Mendapat giliran untuk presentasi dan menjadi pembicara di hadapan banyak orang adalah hal yang biasa. Jadi, tidak perlu panik ketika suatu ketika giliran Anda muncul karena pada dasarnya selama ini kita sudah dipersiapkan untuk menghadapi situasi tersebut.  

Tidak percaya? Ketika duduk di bangku SMA dan kuliah, baik guru maupun dosen sering kali memberikan tugas dan meminta kita mempresentasikannya di hadapan teman-teman satu kelas. Tidak hanya itu, saat sidang skripsi pun mental Anda ditempa untuk menjadi seorang presenter yang baik.
Masih belum percaya diri juga? Berikut beberapa prinsip dasar yang dapat Anda tanamkan dalam diri untuk mempersiapkan mental ketika kebagian tugas mempresentasikan pekerjaan di hadapan klien dan atasan, seperti dikutip dari buku Anak Bawang Cari Peluang, Minggu (13/1/2013).

- Berbicara di depan publik bukan hal yang sangat menegangkan
Dunia enggak bakal runtuh ketika Anda gagal dalam berbicara di depan publik dengan baik. Selalu ada kali pertama untuk setiap hal. Jadi, tenang dan santai saja. Jika gagal, jadikan motivasi untuk tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya.
- Enggak perlu menjadi orang yang sempurna, cerdas, ataupun brilian untuk bicara di depan publik.
Cukup kuasai dengan baik materi yang ingin Anda sampaikan dan sampaikan dengan tepat dan jelas materi tersebut kepada audiens.
- Siapkan 2-3 poin pembicaraan atau pertanyaan
Hal ini bertujuan agar audiens dalam hal ini rekan kerja, atasan, maupun klien dapat memahami dengan benar dan jelas informasi yang kita sampaikan. Sebab, audiens akan kesulitan mengingat atau memperhatikan lebih dari tiga hal dalam satu waktu.
- Punya tujuan atau sasaran yang jelas dan terarah
Sejak awal, Anda harus mengetahui sasaran dari penyampaian materi tersebut. Dengan demikian, pembicaraan Anda tetap fokus dan terarah sehingga memudahkan audiens untuk mengerti.
- Tidak perlu menyamakan diri dengan pembicara publik
Ingat, tujuan terpenting Anda menjadi pembicara saat itu adalah untuk menyampaikan pesan kepada seluruh audiens dan mereka mengerti dengan baik apa yang Anda sampaikan.
- Enggak perlu menguasai seluruh audiens
Biarkan saja jika ada beberapa orang yang enggak menaruh perhatian pada presentasi yang Anda bawakan. Cukup fokuskan perhatian Anda kepada mereka yang memang tertarik mendengarkan pembicaraan Anda.
- Ingatlah banyak orang yang berharap Anda berhasil
Saat Anda melakukan presentasi, rekan kerja satu tim maupun atasan yang hadir di situ selalu berharap Anda berhasil menyampaikan materi tersebut. Sebab, keberhasilan Anda tentu akan membuat mereka bangga dan meningkatkan nama baik mereka pula.
(mrg)

Bagaimana Mengenal Istilah dalam Iklan Lowongan Pekerjaan

Written By Admintrator on Friday, 21 December 2012 | 23:05

Shutterstock - Saat wawancara kerja jangan lupa bertanya balik maksud definisi pekerjaan yang ada iklan lowongan. – Saat melihat lowongan kerja yang tertera di surat kabar atau situs-situs pencarian lowongan kerja, perusahaan sering mencantumkan kualifikasi yang tidak kita mengerti.

Atau membuat kita malah bertanya-tanya, maksudnya apa? Apalagi kebanyakan lowongan tersebut ditampilkan dalam istilah bahasa Inggris. Apa sih, maksud sesungguhnya ""willing to be flexible"? Dan apa yang sebenarnya dimaksud dengan “fast-paced, high-intensity”?

Nah, agar Anda tidak menebak-nebak maksudnya, dan kaget setelah bekerja ternyata dugaan Anda salah. Semuanya jauh dari yang dibayangkan dan merasa terjebak melakukan tugas yang dibebankan. Tanyakan pertanyaan berikut kepada saat wawancara kerja agar Anda mendapatkan gambaran tugas dan tanggung jawab jika akhirnya bergabung.

"Flexible and willing to perform other tasks as assigned."
Fleksibel dan bersedia untuk melakukan tugas-tugas lain yang diberikan. Ini menandakan jenis pekerjaan yang akan memberikan Anda tugas yang beragam. Jika Anda seorang yang suka tantangan dan hal-hal baru, mudah bosan, dan pribadi yang unik, ini akan menjadi surga bagi Anda. Hanya berhati-hati tidak terjebak melakukan terlalu banyak pekerjaan yang ternyata diluar tanggung jawab Anda.
Pastikan untuk bertanya: Selain tanggung jawab dalam deskripsi pekerjaan, apa jenis tugas lainnya mungkin saya lakukan?
"Fast-paced, high-intensity work environment."
Mungkin Anda tipe orang yang menyukai kesibukan dan menginginkan pekerjaan yang memungkinkan untuk menguasai keahlian dengan cepat. Iklan pekerjaan yang mencantumkan  "cepat" dan "bekerja keras" dan dihubungkan oleh lingkungan pekerjaan, berarti kesibukan kerja yang menantang dan menarik. Pada saat yang sama menimbulkan stres tinggi. Ya, tentu saja Anda harus bekerja keras tetapi Anda juga ingin memastikan definisi Anda tentang "bekerja keras" sejalan dengan perusahaan.
Pastikan untuk bertanya: Dapatkah Anda menjelaskan berapa hari kerja dalam seminggu dan berapa jam rata-rata orang menghabiskan waktu di kantor?

"Highly organized with great attention to detail."
Ungkapan ini sering terlihat pada posisi manajemen proyek atau peran yang membutuhkan seorang perfeksionis yang memperhatikan hal-hal kecil. Serta orang tersebut tak keberatan memeriksa pekerjaannya dua hingga tiga kali. Sebelum Anda menandatangani kontrak kerja, pastikan Anda benar-benar termasuk orang yang teliti seperti yang Anda katakan, jika Anda ingin sukses di kantor tersebut.
Pastikan untuk bertanya: Apa jenis perangkat lunak dan sistem yang digunakan dalam melakukan pekerjaannya?

"Huge opportunities for growth."
Peluang untuk berkembang, sisi baiknya kalimat ini menunjukkan kemungkinan besar Anda bisa meraih posisi tertinggi di perusahaan. Di sisi lain sering digunakan perusahaan yang mengaji pegawainya sangat kecil. Karena mereka memiliki dana terbatas.
Pastikan untuk bertanya: Saya ingin benar-benar tumbuh besar bersama perusahaan. Bisakah Anda menggambarkan potensi pertumbuhan dalam pekerjaan saya?

"High achiever, driven to succeed."
Cocok untuk Anda yang ambisius. Frase ini deskripsi pekerjaan sering ditemukan dalam merekrut sales. Jika Anda memiliki bakat alami dengan atau keinginan untuk sukses yang tinggi, Anda mungkin memiliki kesempatan emas di sini. Kadang perusahaan sering menuntut karyawan untuk bekerja maksimal.
Pastikan untuk bertanya: Bagaimana perfoma kerja orang yang sukses di perusahaan ini?

"Self-starter and able to work independently."
Kalimat  ini menjamin otonomi, yang merupakan impian bagi siapa saja yang tak suka kerja di bawah perintah. Ini juga merupakan kesempatan untuk mengambil dan mengerjakan proyek sesuai keinginan Anda. Dalam nada yang sama, Anda akan diharapkan untuk memecahkan masalah sendiri, dan ini mungkin karena kurangnya sumber daya dan uang untuk program-program pelatihan yang tepat. Tentu Anda juga ingin memastikan tidak terjebak ke dalam situasi di mana Anda selalu harus berjuang untuk diri sendiri.
Pastikan untuk bertanya: Saya suka bekerja secara independen, tetapi jika saya mengalami masalah, siapa yang akan menjadi tim saya? Dan kepada siapa saya bisa bertanya dan berdiskusi mencari solusi?(KOMPAS.com)

Inilah 7 Rekan Kerja Pendongkrak Karier Anda

Written By Admintrator on Tuesday, 11 December 2012 | 22:20

Shutterstock - Untuk meningkatkan karier dibutuhkan kerja keras dan otak cemerlang. Semua orang tahu itu, tapi ada hal-hal di luar itu yang bisa bantu mendongkrak karier Anda. 

Dalam meraih tujuan Anda tak bisa bergerak sendiri, Anda butuh sekutu atau teman di kantor. Nah, berikut 7 rekan kerja yang bisa membantu mendongkrak karier Anda.

1.  Anak magang
Anak magang mungkin saja masih mahasiswa sekarang ini, tetapi berpikir 5 atau 10 tahun ke depan mereka akhirnya akan menjadi rekan Anda atau justru klien potensial.

2. Si tukang gosip
Kalau Anda tipe pekerja keras, yang benar-benar menggunakan waktu bekerja untuk bekerja, tipe ini mungkin hanya pengganggu di mata Anda.  Dia mungkin tipe menyebalkan, tetapi dia tahu banyak hal yang terjadi di kantor. Seperti siapa yang resign, siapa yang dipromosikan atau informasi lain yang dapat Anda gunakan untuk menyusun strategi  Anda sendiri di perusahaan. Tentu saja Anda tidak harus ikut-ikutan bergosip, cukup menjadi pendengar yang baik saja.

3.  Departemen  I.T
Mungkin selama ini Anda hanya bicara dengan mereka saat komputer sedang bermasalah atau ingin sesuatu diperbaiki. Tak ada salahnya bersikap ramah dengan mereka di luar itu. Berteman dengan orang-orang di bagian ini akan membuat permintaan Anda diproses lebih cepat. Dan mungkin beberapa tips agar komputer Anda bebas masalah. Kalau sudah begini Anda akan lebih produktif, bukan?

4. "Office manager"
Sama seperti si tukang gosip, berteman dengan office manager berarti Anda akan mendapatkan sedikit informasi yang beredar di kantor. Dia juga orang yang akan menyewa kebutuhan kantor, jadi dia bisa menjadi solusi saat Anda sedang menjalankan proyek yang sulit dan membutuhkan sesuatu.

5. Pengembang
Anda memiliki ide bagus untuk sebuah program perangkat lunak baru yang pasti untuk memajukan perusahaan, tetapi membutuhkan tim I.T untuk membantu menyelesaikannya. Masalahnya, tim seperti pengembangan IT selalu memiliki banyak kerjaan dan proyek pengembangan yang sedang berjalan. Dengan berteman baik, mungkin proyek Anda akan mendapatkan prioritas lebih besar atas orang lain. Manfaat lain, tim pengembang bekerja sama dengan tim manajemen dan mereka mungkin akan memberikan kredit serta rekomendasi yang baik untuk Anda, kata Janeesa Hollingshead, manajer pemasaran untuk Fundable.com.

6. Rekan pria
Mudah bagi wanita untuk bergaul akrab dengan sesamanya, akan tetapi  memiliki rekan pria akrab akan memberi masukan perspektif  berbeda. Pandangan ini bisa sangat membantu Anda melalui masalah dalam pekerjaan.

7. Asisten si bos
“Anda perlu untuk berteman baik dengan asisten bos,” kata pelatih karier Isha Cogborn. Asisten bos adalah rekan kerja yang super terorganisir yang mengetahui segala sesuatu tentang bos Anda. Termasuk jadwal hariannya.. 

(KOMPAS.com)

Kiat Memilih Karier yang Tepat

Written By Admintrator on Monday, 3 December 2012 | 06:15

Ilustrasi: suasana job fair. (Foto: Katon Bagaskara Firdaus/Okezone)

Ilustrasi: suasana job fair. (Foto: Katon Bagaskara Firdaus/Okezone) - Biasanya, kita mulai memikirkan karier setelah lulus kuliah dengan mempertimbangkan latar belakang keilmuan yang kita miliki.

Meski demikian, tidak jarang pula karier yang didalami seseorang ternyata jauh dari latar belakang pendidikan yang diambilnya semasa kuliah.

Pilihan karier juga bisa jadi muncul ketika kita sudah berada pada satu posisi tertentu di sebuah perusahaan. Bahkan, di tengah krisis ekonomi dan tingginya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), bisa jadi kita pun harus mempertimbangkan ulang karier yang sedang kita jalani.
Apa pun alasannya, ada satu karier yang tepat bagi kita semua. Dengan melakukan sedikit riset tentang pilihan-pilihan yang kita miliki, menyadari kekuatan kita, mengembangkan berbagai kemampuan baru sambil menguatkan keberanian untuk berubah, maka kita akan menemukan karier yang sesuai dengan kepribadian dan kapabilitas kita.

Kerja = Uang?
Kebanyakan orang berpikir bahwa inti dari sebuah pekerjaan adalah mendapatkan uang untuk bekal hidup nyaman. Bayaran yang memadai memang diperlukan dalam pekerjaan apa pun, tetapi uang bukanlah keseluruhan aspek dalam urusan karier. Help Guide, Senin (3/12/2012), mengingatkan, jika kita tidak puas dengan apa yang kita lakukan tiap hari, maka pekerjaan hanya akan menggerogoti kesehatan fisik dan psikis kita. Kita mungkin akan merasakan kelelahan yang amat sangat (burn out), frustrasi, cemas, depresi, atau tidak dapat menikmati waktu di rumah karena menyadari besok masih harus masuk kerja. Selain itu, jika kita menemukan bahwa pekerjaan kita begitu berarti dan menghasilkan sesuatu untuk kita, maka kita akan kesulitan menjaga momentum untuk mencapai kemajuan dalam karier tersebut.

Eksplorasi Karier
Intinya, kita akan lebih mungkin mencapai kesuksesan dalam karier yang membuat kita bersemangat. Karena itulah kita perlu mencari tahu apa yang membuat kita bersemangat dan sesuatu yang membuat kita senang ketika melakukannya. Kita perlu mencari tahu apa yang mampu menggerakkan kita. Meski akan sulit mengesampingkan karier apa yang mampu "menyokong hidup kita" atau "paling aman", kita perlu mencari tahu apa yang menjadi minat dan passion dasar kita. Kedua hal ini akan mampu membuka pintu karier yang sebelumnya bisa jadi tidak kita bayangkan sebelumnya.
Nah, setelah menemukan fondasi ini, kita akan dapat memulai pencarian karier. Dan dalam perjalanannya, kita akan terkejut betapa kita dapat menyesuaikan passion menjadi sebuah karier.
Tips memilih karier:

- Fokus pada hal-hal yang kita suka lakukan. Mimpi-mimpi apa yang ingin kita realisasikan? Kegiatan apa yang selalu membuat kita senang ketika melakukannya? Tuliskan semua yang terlintas di pikiran kita meski semua tampak mustahil.
- Cari petunjuk di mana saja. Buat catatan tentang proyek atau topik yang membuat kita peduli atau menggairahkan imajinasi kita. Refleksikan kisah-kisah tokoh yang kita kagumi. Tanyakan kepada diri kita aktivitas apa yang membuat kita bahagia, dan berilah perhatian ketika kita sedang menikmati waktu.

- Sabar.
Ingatlah, proses pencarian ini membutuhkan waktu dan kita mungkin harus  mengambil berbagai jalan yang berbeda sebelum menemukan karier yang tepat. Waktu dan introspeksi akan membantu kita mengidentifikasi aktivitas apa yang paling kita nikmati dan membawa kita pada kepuasan yang sebenarnya.(okezone)

Kiat Bertahan Saat Jabatan Diturunkan di Kantor

Written By Admintrator on Monday, 26 November 2012 | 23:14

Shutterstock - Penurunan jabatan kadang-kadang dilakukan perusahaan untuk menyelamatkan karyawannya.- Dalam perkembangannya, suatu perusahaan bisa mengalami kemajuan maupun kemunduran. Oleh karena itu, struktur organisasinya juga akan menyesuaikan dengan perubahan ini.

"Perubahan struktur bisa membawa kita ke jenjang karier yang lebih tinggi, atau sebaliknya ke jenjang yang lebih rendah. Misalnya, Anda yang tadinya melapor langsung pada manajer jadi melapor pada asisten manajer, dengan beberapa pengurangan tugas," jelas Visi Mirani, MPsi, psikolog sekaligus organization analyst pada sebuah perusahaan multinasional di Jakarta.

Tujuan dari penurunan jabatan atau pengurangan tanggung jawab di tempat kerja (disebut demosi) jelas bukan karena karyawan tidak dapat melaksanakan tugas sehari-hari, melainkan demi membuat organisasi berjalan lebih efektif.

Sama-sama sulit
Bukan hal mudah bagi karyawan untuk menerima keputusan penurunan jabatan. Tetapi yang perlu kita ketahui, keputusan demosi itu juga diambil setelah melalui proses yang panjang dan melalui berbagai pertimbangan.

"Perusahaan tahu persis bahwa keputusan ini tidak populer dan punya dampak serius, baik bagi pegawai maupun bagi perusahaan," kata Visi. "Namun, pada banyak perusahaan yang terpaksa melakukan downsizing akibat krisis ekonomi yang melanda negaranya,  pilihan demosi lebih sering diambil ketimbang pemecatan. Terutama jika pegawai tersebut adalah pencari nafkah utama dalam keluarga."

Daripada kita hanya terpaku pada keputusan ini, ada baiknya berfokus untuk mengembalikan karier pada jalurnya. Antara lain mulai menyesuaikan diri dengan posisi dan tanggung jawab yang baru dan juga berusaha untuk berpikir positif dalam menyikapinya.  Visi menyarankan hal berikut untuk membantu Anda melalui masa sulit:

* Yang pertama dan terpenting: Kesampingkan ego!
"Penurunan jabatan sangat melukai ego, terutama jika posisi Anda cukup tinggi. Tetapi jika Anda tidak dapat berbesar hati menerima kenyataan, proses penyesuaian akan lebih sulit dan justru memperburuk kinerja," papar visi.

* Berhati-hatilah mengekspresikan kekecewaan di tempat kerja
Perasaan marah dan kecewa wajar saja dialami akibat demosi, tapi jangan sampai membuat "drama" di kantor. "Hal ini bisa memperkuat atau meyakinkan perusahaan bahwa keputusan demosi itu memang tepat, karena Anda bisa dianggap tidak matang secara personal. Kuasai diri, kalau perlu ambil cuti sejenak untuk menenangkan diri," sarannya.

* Cobalah berpikir terbuka, bahwa tidak selaanya posisi lebih rendah tidak dapat memberikan nilai lebih pada kehidupan profesional
Cari tahu secara menyeluruh tentang job description sekarang, lalu apa yang bisa dilakukan lebih. Mengingat pernah duduk di posisi lebih tinggi, mungkin Anda tahu persisi yang diharapkan di posisi Anda sekarang.

* Berdiskusilah dengan atasan untuk mendapat gambaran apa alasan di balik penurunan jabatan
Kalau ternyata memang ada masalah pada diri Anda, seperti kinerja buruk atau karena ada kesalahan fatal, cari tahu apa yang diharapkan atasan untuk memperbaiki masalah itu. Lalu, tanyakan atasan apa yang bisa dilakukan untuk bisa kembali ke posisi semula. Ini akan menimbulkan persepsi positif dari perusahaan terhadap diri kita, sehingga dapat menjadi awal baik untuk memulai kembali. "Belajarlah dari kesalahan, hindari membuat kesalahan yang sama. Anggap kejadian ini sebagai feedback terhadap kinerja Anda selama ini," urai Visi.

* Belajarlah dari rekan kerja yang selevel dengan Anda
Posisi baru justru bisa membuka pergaulan yang selama ini mungkin tidak bisa Anda akses. Misalnya, karena dulu posisi Anda tinggi, beberapa kolega jadi sungkan bergaul. Tapi sekarang batas-batas itu hilang karena Anda sudah setara dengan mereka. Manfaatkan kondisi ini untuk mendapat sudut pandang lain yang akan membantu pekerjaan Anda.

* Tepis gosip atau kabar yang simpang-siur tentang Anda
Tunjukkan pada rekan sekantor bahwa Anda dapat berbesar hati menerima keadaan.  "Bersikaplah dewasa dan bijaksana. Reaksi Anda terhadap demosi akan menentukan apakah ada kemungkinan untuk kembali ke posisi semula atau tidak," imbuh Visi.

* Manfaatkan berkurangnya tanggung jawab dengan lebih meng-upgrade diri, baik secara personal maupun profesional
Misalnya, dengan ikut pelatihan, membaca buku, atau sekadar memperluas networking. Adanya waktu luang lebih banyak bisa memberi kesempatan bagi Anda untuk melakukan inovasi, sehingga jalan Anda bisa lebih terbuka untuk mencapai posisi sebelumnya lagi.

* Jika keputusan penurunan jabatan diambil karena adanya restrukturisasi, coba evaluasi sejauh mana penurunan tanggung jawab Anda dan apakah masih masuk akal
Cari tahu sejauh mana dampaknya terhadap karier. Anda bisa menganggap demosi sebagai kesempatan kedua yang diberikan perusahaan karena bisa saja Anda sebenarnya kehilangan pekerjaan. Selain itu, penurunan jabatan biasanya juga tidak berarti penurunan gaji karena hal ini tidak diperkenankan oleh Undang-undang Ketenagakerjaan.(KOMPAS.com)

Inilah Cara Sederhana namun Cerdas Menjaga Keuangan Anda

Written By Admintrator on Friday, 23 November 2012 | 17:02

Ilustrasi barang bekas (MI) -  Hal-hal kecil bisa berdampak besar dan positif bagi kondisi keuangan seseorang. Caranya yaitu mengubah gaya hidup lebih sederhana.

Namun tak sedikit pula orang yang kehabisan uang di akhir bulan karena gaji cepat habis.
Bila kerap mengalami kondisi itu, ada baiknya memutar otak untuk menyelamatkan keuangan Anda. Caranya pun cukup sederhana nampun cerdas menghasilkan uang sebagai berikut:

1. Menjual barang lama
Menjual barang-barang lama yang sudah tidak dibutuhkan lagi bisa menambah pemasukan Anda. Anda bisa menyimpan uang dari hasil penjualan barang-barang lama yang sudah tidak diperlukan lagi tapi kondisinya masih bagus. Untuk menjualnya bisa melalui garage sale atau menjual secara online lewat Facebook, eBay dan Kaskus.

2. Menjadi konsumen cerdas
Konsumen yang cerdas menulis daftar belanjaannya untuk membeli barang-barang yang memang dibutuhkan, bukan yang diinginkan. Jika Anda memiliki kupon diskon untuk berbelanja, gunakanlah kupon tersebut untuk meminimalisasi pembayaran secara tunai dan mengurangi pengeluaran. Bila perlu, makan terlebih dulu sebelum belanja untuk menghindari jajan di restoran.

3. Bersenang-senang tetapi hemat
Tidak ada salahnya menyewa DVD di toko langganan penyewaan dekat rumah sebagai pengganti menonton film di bioskop. Selain tetap bisa bersenang-senang, Anda juga tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membayar tiket nonton bioskop. Ongkos ke mal pun bisa dihemat, bukan?

4. Memperbaiki segala sesuatunya sendiri
Terkadang kita mengalami masalah secara tiba-tiba yang membuat kita harus mengeluarkan uang. Misalnya pada saat musim hujan, tiba-tiba saja atap rumah bocor. Jika memang bisa diperbaiki sendiri, maka sebaiknya lakukanlah sendiri tanpa harus memanggil tukang untuk memperbaikinya. (Metrotvnews.com:MI/RRN)

Beberapa tips Sukses Bisnis Kuliner ala Sandiaga Uno

Written By Admintrator on Tuesday, 13 November 2012 | 22:50


Pengusaha sukses nasional Sandiaga Uno mau berbagi tips sukses dalam bisnis kuliner. Ada trik tertentu yang bisa dilakukan supaya bisnis kuliner tidak bisa bertahan dan tidak cepat bangkrut.

Sandi menilai, dunia kuliner merupakan bisnis yang paling rawan gulung tikar. Namun, kata dia, seseorang yang ingin atau sudah menjalankan bisnis kuliner harus memiliki konsep yang unik, matang dan lebih dari satu untuk bisnis kulinernya.

"Jadi banyak yang memulai usaha kuliner ada yang mulai sekali tapi konsepnya ada empat. Mungkin dua berhasil dan dua gagal," tutur Sandi dalam acara d'Preneur di Menara Bank Mega Jakarta. Selain berbicara menganai konsep bisnis kuliner, Sandi pun menyarankan para pebisnis kuliner agar memanfaatkan media promosi gratis seperi Twitter dan Facebook.

"Promosi usaha kuliner adalah dari mulut ke mulut salah satunya dengan Twitter dan Facebook. Wah enak, itu sangat cepat. Itu free kok. Ini harus sering digunakan," tambahnya. Sandi menambahkan, dalam usaha kuliner, rata-rata seorang kurang dari satu tahun bisa memperoleh untung atau pengembalian investasi. Selain itu menurutnya, bisnis kuliner merupakan bisnis yang untungnya cepat namun cepat juga tutup kalau tidak ada inovasi.

"Berdasarkan pengalaman saya, restoran itu ada balik modal dalam waktu kurang dari 8 bulan jadi balik modal itu minim investasi dan capex-nya," paparnya.(detikfinance)

8 Tips Sukses dari Orang Paling Kaya di Asia

Written By Admintrator on Monday, 22 October 2012 | 08:58


Foto: AFP - Li Ka-Shing menjadi orang Asia paling kaya versi Forbes 2012. Ia juga masuk jajaran 10 besar orang paling kaya di planet bumi, bersama dengan taipan lain seperti Bill Gates dan Warren Buffett.

Ia memulai hidupnya dari sebuah keluarga sederhana dan dibesarkan tanpa sosok seorang ayah sebelum akhirnya menjadi pebisnis dan orang paling dermawan di Asia. Bagi warga Asia, Li Ka-shing merupakan sosok yang ideal untuk dituruti.

Sudah banyak buku yang menceritakan bisnis dan kehidupannya, kebanyakan diterbitkan dalam bahasa mandarin hampir semuanya dilakukan oleh pihak ketiga. Buku-buku ini banyak memenuhi toko buku, layaknya buku-buku soal Warren Buffet di Amerika Serikat (AS).

Yayasan miliknya, yang bernama Li Ka Shing Foundation, mengumpulkan beberapa pepatah atau tips yang merepresentasikan kehidupan sang taipan. Seluruh tipsnya ini, seperti dilansir dari Forbes, Jumat (9/3/2012), pernah diucapkan langsung oleh CEO Cheung Kong Holdings Limited dan Hutchison Whampoa Limited ini di masa lalu:
  1. Sebagai pemimpin, seseorang harus lebih sering menghabiskan waktu merencanakan masa depan
  2. Jangan terlalu optimis ketika pasar sedang bagus, jangan pula terlalu pesimis ketika pasar sedang buruk
  3. Reputasi yang bagus bagi perusahaan dan diri anda adalah aset berharga yang tidak ternilai meski tidak tertulis dalam laporan keuangan
  4. Tidak peduli betapa kuat atau ahlinya anda di satu bidang, jika anda tidak punya hati dan niat yang kuat, anda tidak akan sukses
  5. Untuk menjadi manajer yang baik, sikap dan kemampuan adalah bahan dasar yang harus seimbang. Seorang pemimpin bisa memberi inspirasi kepada bawahannya, sementara seorang bos mendominasi bawahannya sehingga mereka merasa kecil.
  6. Rumus untuk bisa sukses itu sulit ditemukan, anda pun harus hati-hati karena tanda-tanda kegagalan justru tersebar di mana-mana. Membangun sebuah fondasi yang bisa meminimalisir kegagalan sudah terbukti bisa menjadi jalan pintas menuju kesuksesan.
  7. Seorang manajer yang sukses adalah yang bisa membaca bakat orang lain. Tak hanya mereka bisa memilih orang yang lebih pintar dari dirinya, tetapi juga bisa menghindari memilih karyawan yang terlalu bangga akan dirinya melebihi keahlian aslinya.
  8. Seni sebuah manajemen yang bagus terletak dalam kapasitasnya menerima tantangan, serta kemampuannya melebur pemikiran baru dan lama. (ang/ang)
Sumber : Angga Aliya - detikFinance
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cari Kerja - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger