Latest Post
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts

Inspirasi Wanita Asal Blitar Ini Berpenghasilan Puluhan Juta dari Tas Batok Kelapa

Written By Admintrator on Monday, 2 December 2013 | 22:25

tujuh Blitar -Batok kelapa, bagi sebagian orang tidak bermanfaat, biasanya hanya dibuang atau dibakar. Namun bagi Emy Erawati (38), warga Dusun Seduri, Desa Wonodadi, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, batok kelapa sangat berharga.
Di tangan Emy, batok kelapa disulap menjadi pundi-pundi rupiah. Batok itu diubah menjadi berbagai kerajinan tangan dan menghasilkan nilai jual tinggi seperti dompet, sabuk, aksesoris dan tas. Ia mampu meraih keuntungan puluhan juta rupiah per bulan.
Tas buatan Emy menjadi primadona bagi konsumen, bahkan, tas batok buatan tangannya mampu menembus pasar ekspor.
Awal kisah suksesnya dimulai tahun 1995, saat Emy melihat tumpukan batok kelapa yang terbuang percuma. Ia berpikir untuk memanfaatkan batok tersebut.
Dari coba-coba, akhirnya Emy membuat berbagai kerajinan dengan bahan baku batok. Ia mulai usaha dibantu suaminya, Marlean dengan membuat berbagai macam kerajinan.
Pasar lebih menyukai kerajinan tas dibanding beberapa hasil kerajinan lain dari batok kelapa. Melihat hal tersebut, Emy akhirnya membidik pasar tas dengan lebih fokus memilih model-model tas yang disukai pasar.
Gayung pun bersambut, Geliat pasar pasca krisis moneter 1998 semakin menjanjikan. Emy pun membidik Bali sebagai salah satu pasar potensial karena banyak turis mancanegara

"Saya lebih memilih Bali sebagai pasar. Alasannya karena disana banyak wisatawan, apalagi wisatawan asing. Jadi kalau pulang biasanya mereka membawa oleh-oleh yang unik dan khas. 50% produk kami dibawa ke Bali," tutur Emy saat berbincang dengan detikFinance di kediamannya, Selasa (3/11/2013).
Produk Emy mulai dikenal di mancanegara, melalui para perantara produknya di Bali, produk Emy dipasarkan hingga ke Eropa. "Yang sering minta itu Belanda dan Swiss. Kalau negara-negara tetangga yang sudah berlangganan ya Malaysia, Singapura dan Brunei," tambah Emy.
Ia tetap optimistis produknya lebih diminati daripada produk tas lainnya. Alasannya, pembuatan kerajinan dari batok membutuhkan keterampilan khusus. Tingkat kesulitan yang tinggi membuat produk ini masih jarang digeluti orang lain.
"Anda bisa lihat sendiri kan tadi. Prosesnya panjang dan sulit. Alat-alat yang digunakan juga hasil modifikasi kami sendiri, tidak tersedia di toko. Jadi menurut saya masih sedikit yang melirik bisnis ini. Belum lagi ngomong pemasaran mas," ungkap Emy.
Saat ini, Emy telah mempekerjakan lebih dari 200 orang. Namun, pengerjaannya kebanyakan dibawa pulang oleh karyawannya untuk dikerjakan di rumah masing-masing.
Harga kerajinan batok antara Rp 10.000 hingga Rp 200.000. Keuntungan yang diraup Emy tiap bulannya mencapai hingga puluhan juta rupiah.

Sumber : Irvan Fauzi - detikfinance

Bagaimana Cara Meraih Sukses Dari Orang Paling Kaya di Hong Kong

Written By Admintrator on Thursday, 10 January 2013 | 17:19

Foto: Reuters -  Majalah Forbes baru saja merilis orang-orang terkaya dari Hong Kong. Dengan kekayaan yang mencapai U$ 30 miliar, pria yang bernama Li Ka-shing inilah yang didaulat menjadi terkaya Hong Kong.

Li Ka-Shing juga menjadi orang Asia paling kaya versi Forbes. Selain itu, ia adalah salah satu orang yang masuk jajaran 10 besar paling kaya di planet bumi, bersama dengan taipan lain seperti Bill Gates dan Warren Buffett.

Ia memulai hidupnya dari sebuah keluarga sederhana dan dibesarkan tanpa sosok seorang ayah sebelum akhirnya menjadi pebisnis dan orang paling dermawan di Asia. Bagi warga Asia, Li Ka-shing merupakan sosok yang ideal untuk dituruti.
Sudah banyak buku yang menceritakan bisnis dan kehidupannya, kebanyakan diterbitkan dalam bahasa mandarin hampir semuanya dilakukan oleh pihak ketiga. Buku-buku ini banyak memenuhi toko buku, layaknya buku-buku soal Warren Buffet di Amerika Serikat (AS).
Yayasan miliknya, yang bernama Li Ka Shing Foundation, mengumpulkan beberapa pepatah atau tips yang merepresentasikan kehidupan sang taipan. Seluruh tipsnya ini, seperti dilansir dari Forbes, Jumat (11/3/2012), pernah diucapkan langsung oleh CEO Cheung Kong Holdings Limited dan Hutchison Whampoa Limited ini di masa lalu:

  1. Sebagai pemimpin, seseorang harus lebih sering menghabiskan waktu merencanakan masa depan
  2. Jangan terlalu optimistis ketika pasar sedang bagus, jangan pula terlalu pesimistis ketika pasar sedang buruk
  3. Reputasi yang bagus bagi perusahaan dan diri anda adalah aset berharga yang tidak ternilai meski tidak tertulis dalam laporan keuangan
  4. Tidak peduli betapa kuat atau ahlinya anda di satu bidang, jika anda tidak punya hati dan niat yang kuat, anda tidak akan sukses
  5. Untuk menjadi manajer yang baik, sikap dan kemampuan adalah bahan dasar yang harus seimbang. Seorang pemimpin bisa memberi inspirasi kepada bawahannya, sementara seorang bos mendominasi bawahannya sehingga mereka merasa kecil.
  6. Rumus untuk bisa sukses itu sulit ditemukan, anda pun harus hati-hati karena tanda-tanda kegagalan justru tersebar di mana-mana. Membangun sebuah fondasi yang bisa meminimalisir kegagalan sudah terbukti bisa menjadi jalan pintas menuju kesuksesan.
  7. Seorang manajer yang sukses adalah yang bisa membaca bakat orang lain. Tak hanya mereka bisa memilih orang yang lebih pintar dari dirinya, tetapi juga bisa menghindari memilih karyawan yang terlalu bangga akan dirinya melebihi keahlian aslinya.
  8. Seni manajemen yang bagus terletak dalam kapasitasnya menerima tantangan, serta kemampuannya melebur pemikiran baru dan lama.

(DtkN)

Jangan Ungkapkan 13 Kelemahan Anda ini dalam Wawancara Kerja

Written By Admintrator on Monday, 24 December 2012 | 22:57

Ilustrasi: antrean pencari kerja dalam sebuah bursa kerja. (Foto: Katon B/Okezone)

Ilustrasi: antrean pencari kerja dalam sebuah bursa kerja. (Foto: Katon B/Okezone) -  Tentunya setiap manusia memiliki kelemahan. Memang tidak ada salahnya membuka kelemahan kita di depan orang lain, namun bukan berarti kita mengekspos semua kelemahan diri. Dalam konteks wawancara kerja, kelemahan yang tidak perlu dibuka yaitu yang tidak menunjukkan kualitas pribadi yang baik.

Seperti disitat dari buku 13 Pertanyaan Jebakan Wawancara Kerja, Selasa (25/12/2012), beberapa kelemahan ini tidak boleh diungkapkan dalam wawancara kerja.
1. Mudah depresi
Karyawan yang mudah depresi karena hal-hal kecil akan menurunkan produktivitas kerjanya.
2. Peragu
Orang-orang peragu dinilai lamban dalam mengambil keputusan. Sedangkan perusahaan membutuhkan karyawan yang bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat.
3. Kurang percaya diri
Apabila seorang karyawan tidak memiliki kepercayaan diri, dia akan mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan atasan dan rekan kerjanya.
4. Terlalu menutup diri
Orang yang menutup diri cenderung sukar untuk berkomunikasi dengan orang lain. Karyawan berkepribadian seperti ini nantinya akan mengalami kesulitan untuk meraih kesuksesan.
5. Kurang Cekatan
Perusahaan membutuhkan karyawqan yang cekatan, artinya bisa menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna dalam waktu yang singkat.
6. Sulit mempelajari hal baru
Orang yang sulit untuk mempelajari hal-hal baru akan sulit untuk menyesuaikan diri dengan perubahan yang dilakukan perusahaan, bahkan mengalami kesulitan dalan perkembangan karirnya.
7. Pemalas
Apabila Anda mengatakan kepada pewawancara bahwa Anda terkadang malas melakukan sesuatu, maka dia akan menilai Anda adalah orang yang pemalas, tidak mencintai pekerjaan, dan asal-asalan.
8. Bekerja sesuai suasana hati
Logisnya, suasana hati seseorang dapat berubah kapan saja. Orang yang bekerja sesuai dengan suasana hati, pasti hasilnya tidak akan maksimal.
9. Kurang fleksibel
Dalam hal ini, calon karyawan dituntut untuk fleksibel dalam melaksanakan pekerjaannya. Artinya, dia harus bisa bekerja secara individual maupun tim.
10. Banyak bicara
Perusahaan cenderung tidak menyukai tipe karyawan yang banyak bicara, tetapi sedikit bekerja, apalagi tidak tepat janji. Perusahaan masa kini membutuhkan karyawan yang pandai berjanji, tapi juga pandai menepatinya.
11. Mengikuti arus
Orang yang mengikuti arus akan dinilai kurang berambisi. Konsekuensinya, dia akan dicap sebagai karyawan yang kurang antusias, kurang mencintai pekerjaan, bahkan tidak memiliki visi dan misi dalam hidupnya.
12. Mudah tertekan
Perusahaan masa kini memang menuntut karyawannya untuk bisa bekerja di bawah tekanan yang berupa waktu, target bulanan, omzet, dan sebagainya.
13. Bekerja tanpa target
Bekerja juga harus memiliki penyelesaian target. Jika Anda terlalu asyik dengan pekerjaan Anda sampai melupakan target tersebut, maka itu akan menjadi kesalahan yang fatal.(Okezone)

Bagaimana Sukses Mendapatkan Pekerjaan Idaman 2013

Written By Admintrator on Saturday, 15 December 2012 | 07:05

Shutterstock - Berita baik yang keluar dari tahun 2012 adalah bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia kabarnya membaik. Ini bisa berarti lebih banyak pekerjaan yang sedang diciptakan.

Mencari pekerjaan memang susah-susah gampang, akan tetapi Anda harus tetap optimis, berpikir positif dan terus meningkatkan keterampilan. Pintu gerbang untuk sebuah wawancara kerja adalah surat lamaran. Nah, mulailah menulis lamaran yang outstanding, dengan begitu Anda bisa mengungguli pesaing lainnya.

1. Menulis email yang menarik
Kadang kita terlalu fokus pada resume dan surat pengantar yang sempurna, lalu lupa bahwa ada sebuah email terlampir yang juga membuat kesan. Sebelum penerima membaca lebih lanjut CV Anda tentu ia akan membaca kalimat pembukaemail. Tipnya tulislah email santun yang pendek.

2. Memaksimalkan LinkedIn
Jaringan profesional ini baru saja melakukan makeover, sehingga memungkinkan Anda memanfaatkan semua fiturLinkedIn. Berbagi update dan artikel, memperluas jaringan Anda, buatlah agar orang  yang membutuhkan skill yang Anda kuasai mudah menemukan Anda, dan banyak lagi.

3. Akhir pekan yang produktif
Bila saat ini Anda sedang bekerja, fokus saja pada pekerjaan yang dijalani. Anda akan butuh rekomendasi yang baik, bukan?  Lakukan pencarian pekerjaan baru saat akhir pekan. Buatlah janji temu dengan para profesional pada hari Sabtu, berbelanjalah pakaian baru untuk interview, dan bikin jadwal seminggu ke depan.

4. Gunakan Google Doc Templates
Jika ada alat yang dapat membantu Anda mempermudah mencari pekerjaan, kenapa tidak? Paling tidak mencobanya sekali. Salah satu aplikasi yang efektif dan murah (baca gratis) untuk mengatur pencarian kerja Anda adalah Google Doc Template. Gunakan untuk men-download template yang relevan seperti Networking Tracker  dan menyesuaikan dengan kebutuhan Anda.

5. Buang informasi yang tak relevan
Kesalahan ejaan dan kesalahan ketik bukan kesalahan yang basa dilakukan para pencari kerja. Kesalahan lainnya yang sering dilakukan pelamar adalah melampirkan informasi yang tidak relevan atau samar-samar tentang prestasi dan skill Anda.

6. Gunakan sosial media
Sekarang kita tahu bagaimana sosial media itu penting. Perekrut menggunakannya untuk mencari informasi tentang karyawan potensial. Gunakan akun Anda secara aktif dan kreatif (tapi tidak berlebihan).

Baca juga: 4 Langkah "iBranding" Lewat Media Sosial

7. Tetap Optimis
Dalam mencari pekerjaan tentu saja Anda akan, atau paling tidak mengalami beberapa kegagalan. Penting untuk menemukan cara menjaga sikap positif untuk melalui penolakan dan kegagalan mendapatkan pekerjaan impian. Penelitian telah menunjukkan bahwa pelamar yang tetap positif akan membuka kesempatan menemukan pekerjaan setelah empat bulan.

8. Fokus pada perusahaan
Mungkin selama ini Anda sudah mendengar banyak tip menulis resume yang baik, bagus dan hebat. Saking banyaknya informasi di kepala, Anda justru kebingungan memulainya. Akibatnya, tak ada kalimat yang cukup baik untuk memulai surat lamaran Anda. Tenang, hanya ada beberapa hal yang perlu diingat: fokus pada perusahaan, bukan diri sendiri dalam penulisan aplikasi. Dan hindari kesalahan umum seperti ejaan dan ketikan pada surat lamaran Anda. Bila Anda menuliskannya dalam bahasa asing, perhatikan tata bahasa yang baik dan benar.

9. Latihan menjawab pertanyaan wawancara
Apakah Anda mendapatkan panggilan wawancara kerja yang terjadwal atau dadakan, selalu ada waktu melatih diri. Mulailah melatih dari pertanyaan yang paling umum seperti: "Mengapa Anda ingin bekerja untuk kami?" atau  "Apa kelemahan terbesar Anda?"(KOMPAS.com)

Seseorang yang Tak Bisa Senyum Jangan Membuka Toko

Written By Admintrator on Tuesday, 20 November 2012 | 14:30

Dalam pasar dengan model persaingan yang sempurna, misalnya seperti deretan toko handphone  di satu kawasan, tentu persaingan yang terjadi sangat sengit. Adu harga, adu kualitas, adu merek, dan berbagai strategi diskon sering dilakukan untuk meraih pelanggan. Begitu juga misalnya di deretan toko yang menjual bunga, pusat kuliner, dan aneka ruang usaha lain yang sejenis.

Tapi, pernahkah kita memperhatikan, satu toko terlihat lebih menonjol daripada yang lain? Padahal, barang yang dijual hampir sama persis. Model dan merek yang disediakan pun nyaris tak ada beda. Lantas, apa yang menjadikan toko tersebut lebih laris dan kelihatan menonjol dibandingkan yang lain? Barangkali, ada banyak faktor yang menyebabkan perbedaan tersebut. Tapi, dari sekian banyak, pasti ada toko atau restoran yang memiliki pelayanan yang lebih baik daripada yang lainnya. Entah layanan paling cekatan, lebih ramah, lebih murah senyum, atau memiliki aneka macam kelebihan lain yang tak dimiliki pesaingnya.

Kondisi ini mirip dengan ungkapan sederhana, "seseorang yang tak bisa senyum jangan membuka toko". Dalam banyak bisnis, pelayanan memang nomor satu. Pelayanan ini bisa diwujudkan dalam berbagai macam program. Ada yang “sekadar” memberikan layanan dengan sapaan khas penuh keakraban, ada yang memberikan program bonus, ada yang memberikan aneka macam fasilitas yang membuat nyaman pembelinya. Dalam hal ini, maka “senyum” yang diberikan bisa diaplikasikan dalam aneka hal—yang intinya—memberikan kepuasan bagi pelanggan agar bisa datang dan datang lagi.

Salah satu bentuk pelayanan yang bisa dijadikan pelajaran adalah bagaimana restoran cepat saji Pizza Hut merespons masuknya aneka produk pizza lain yang makin menjamur. Salah satu pesaing yang muncul belakangan dan langsung cepat terkenal adalah Domino Pizza. Dengan mengandalkan layanan antar, Domino cukup cepat mendapat tempat di mata pelanggan. Apalagi, mereka menjamin layanan pizza yang masih fresh sampai cepat dan tepat waktu ketika dipesan. Inilah satu bentuk “senyum” yang diberikan, yakni dengan memberikan layanan antar yang sangat memudahkan pelanggan.

Tentu, Pizza Hut segera mengambil pelajaran. Jika sebelumnya layanan antar mereka buat dengan kondisi yang “apa adanya”—terutama karena keterbatasan lokasi restoran yang belum cukup tersebar rata—Pizza Hut kemudian melakukan terobosan. Mereka membuat PHD atau Pizza Hut Delivery dengan model restoran lebih kecil namun tersebar lebih merata. Mereka juga mengkhususkan diri pada pizza dengan model layan antar lebih cepat. Hebatnya, mereka berani menjanjikan bonus pizza gratis jika pesanan belum datang lebih dari 30 menit. Inilah salah satu “senyuman” yang ditawarkan PHD untuk memikat pelanggan.

Hasilnya? Saat ini, PHD makin populer untuk memberikan solusi bagi pesanan orang yang kelaparan. Sebab, hanya dengan menelepon, tak sampai 30 menit, makanan datang dalam kondisi masih hangat dan fresh.

Kembali ke pengertian seseorang yang tak bisa senyum jangan membuka toko, inilah bentuk-bentuk senyuman yang bisa dilakukan produsen untuk memenangkan persaingan. Dalam hal ini, semakin prima pelayanan, maka orang pun akan lebih mudah menjadi pelanggan setia. Sebaliknya, jika tak ada “senyuman”, hampir bisa dipastikan, orang pun akan menjauh. Di sini jugalah, kemasan menjadi salah satu bentuk “senyuman” yang bisa memenangkan persaingan. Tak jarang, berbagai macam produk di dunia, dikemas dengan bentuk yang unik, lucu, bahkan bisa dikoleksi. Atau, kemasan itu juga bisa dibentuk melalui berbagai program komunikasi, baik melalui media iklan, media sosial, hingga berbagai jenis anekarupa kegiatan—yang intinya—membuat pelanggan senang, termanjakan, dan selalu merasa diberikan senyuman terbaik.

Jika senyuman itu bisa terus konsisten diberikan, dampaknya bisa jauh lebih efektif. Tak jarang, para pelanggan malah bisa menjadi marketing atau pemasar gratis yang ikut mempromosikan produk kita karena merasa puas ketika mendapatkan “senyum” dari kita.

Tentu, semua itu tak lepas dari kualitas produk itu sendiri. makin bagus pelayanan, jika tidak disertai dengan menjaga dan meningkatkan kualitas produk, bisa jadi pelanggan tak kan bertahan lama. Karena itu, terus jaga pelayanan, jaga kualitas produk. Dengan cara itu, “senyum” yang diberikan, tak akan sia-sia.

Jadi, sudah senyum dengan cara apakah kita pada pelanggan hari ini?(Tim AndrieWongso)

Jalan Mudah Yang Menjebak Entrepreneur

Written By Admintrator on Friday, 16 November 2012 | 19:13

Apa salah satu godaaan terbesar bagi mereka yang sedang mulai merintis usaha? Kalau menyimak penuturan Agus Suprijadi, bos Yogyes.com, adalah godaan untuk bekerja menjadi karyawan.

Ia merintis usaha hanya berbekal uang enam ribu rupiah pada tahun 2000, separonya habis untuk beli bensin, separonya untuk buat proposal yang ia tawarkan ke berbagai hotel di Jogjakarta. Amat sulit meyakinkan pelaku industri pariwisata Jogja agar bergabung di portal pariwisata asli Kota Gudeg itu. Di saat sulit, tanpa uang, tanpa kepastian masa depan, tawaran bekerja berdatangan. Tanpa mental bisnis, ia sudah pasti akan menerima tawaran itu. “Kalau ingin menjadi pengusaha, harus tangguh,” katanya pada seminar Being a Dotcomer di Jogja Sabtu, 31 Mei 2008 kemarin.

Jelas ia tolak kesempatan itu, meski ia dalam posisi amat butuh uang menunjang hidupnya. Ia memilih bertarung melawan diri sendiri. Dan kini ia memetik hasilnya: Yogyes.com menjadi portal wisata terbesar di Jogja, dan mendapat pujian dari koran dunia The Washington Post, sebagai portal yang wajib dikunjungi sebelum berwisata ke Jogja. Pundi-pundi rupiahnya semakin banyak, sehingga ia berani membeli mobil baru yang kemudian diberi logo Yogyes.com, sebagai media promosi berjalannya.

Jika anda orang kaya, atau anak orang kaya, barangkali agak sulit membayangkan kekerasan hati Agus. Mahasiswa Ilmu Komputer Universitas Gadjah Mada ini perantauan dari Bangka Belitung Medan, yang selama kuliah menghidupi dirinya sendiri. Ia harus menjaga irama antara kuliah dan hidup. Kekerasan itulah yang membentuknya untuk tangguh memilih jalan sebagai pengusaha. Ia mampu melewati godaan-godaan untuk cepat berhasil mendapatkan uang. Ia, antara lain, menolak menjadi orang gajian.

Lebih dari itu, ia juga berhasil menolak godaan berupa jalan mudah lain: suap. Ia menolak praktik suap-menyuap untuk mendapatkan proyek. “Sekali kita melakuan hal itu, kita tidak akan pernah membangun kompetensi menjadi yang terbaik,” katanya.

Saya sepakat soal itu. Sekali kita membangun jalan mudah mendapatkan rezeki dengan suap, maka kita akan melupakan upaya membangun kompetensi kita sendiri. Kita bisa abai terhadap kualitas layanan dan jasa kita karena merasa sudah menyumpal mulut klien dengan uang suap. Kompetensi yang kita kembangkan akhirnya bukan kompetensi untuk kualitas, tetapi kompetensi untuk menyuap. Mereka yang terjebak di sini akan menjadi usahawan yang tanpa kompetensi. Begitu pasar dibuka, suap diberangus, mereka akan hilang dari peta persaingan.

Saya jadi teringat kisah Paulus Bambang, Vice President Director PT United Tractor ketika membangkitkan perusahaan tersebut dari keterpurukan. Kecuali melakukan langkah-langlah strategis, perusahaan juga melarang praktik-praktik suap yang sudah biasa terjadi di dunia pertambangan. Semula, langkahnya melarang suap ditertawakan banyak orang. Namun, hasilnya luar biasa. United Tractor bisa berubah jadi penyedia alat-alat berat menjadi perusahaan solusi untuk pertambangan. Sudah begitu, perusahaan mampu lolos dari jebakan kerugian dan kebangkrutan. Bahkan, perusahaan publik itu berhasil mencatat pertumbuhan penjualan dan laba yang luar biasa tahun lalu.

Saya sendiri termasuk yang keras dalam hal suap. Pernah pernah menolak mengerjakan sebuah proyek yang kami menangkan hanya karena masalah suap. Saya memilih mundur dan kehilangan peluang mendapatkan proyek yang nilainya cukup besar untuk ukuran perusahaan saya. Hati saya kecewa waktu itu, karena kehilangan profit dan cashcow yang bagus. Tapi sekarang saya justru senang, karena dengan menghindari jalan mudah itu, tim saya makin bagus, kesempatan kami mengerjakan proyek lain yang bersih dari suap makin banyak. Rejeki kami tidak kurang.
Dalam dunia usaha, banyak jalan mudah untuk kaya dan berlimpah uang. Tapi jalan mudah seringkali menjebak. Pindah haluan, suap, dan banyak lagi jalan mudah lainnya (misalnya menipu dan memberi janji-janji sorga kaya mendadak tetapi sesungguhnya kita hanya mengeruk uang mereka yang terpesona janji cepat kaya), memang cara cepat menjadi kaya. Namun Agus berhasil menunjukkan, tanpa jalan mudah ia berhasil membangun bisnis yang menarik. Sementara Paulus Bambang bukan hanya berhasil mengubah dari rugi menjadi laba, bahkan membangun United Tractor wajah baru sebagai perusahaan solusi dengan penjualan Rp 18 triliun (delapan belas triliun rupiah) pada tahun 2007.

Di tengah munculnya tantangan baru (kenaikan harga minyak, kenaikan harga barang modal, kenaikan gaji karyawan, penurunan daya beli masyarakat), inilah momentum untuk makin berkeras hati membangun kompetensi perusahaan dan tim agar perusahaan makin memiliki daya saing yang bagus dan solusi yang makin prima.
Saya jadi teringat sebuah kalimat menarik — entah siapa yang membuatnya. “Jika anda lunak pada diri sendiri, maka dunia akan keras kepada anda. Sebaliknya, jika anda keras pada diri sendiri, dunia akan lunak kepada anda”.(oleh Nukman Lufhfie)

Filosofi BAMBU oleh Anthony Dio Martin

Pembaca, berguru tidaklah hanya pada dosen di ruang kuliah saja. Tapi, juga pada alam. Alam yang menjadi ruang seluruh denyut kehidupan ini bisa menjadi mahaguru yang baik. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari alam.

Kita bisa belajar banyak tentang filosofi hidup. Bahkan, apa yang tidak ada dalam buku-buku dan diktat-diktat pelajaran, bisa kita dapatkan dalam buku raksaksa bernama ALAM!

Nah, kali ini, saya ingin mengajak pembaca untuk belajar dari pohon bambu. Alkisah, ada seorang pemuda yang bertekad menjadi seorang pendekar sakti. Ia mengembara untuk mencari seorang guru terbaik yang bisa mengajarinya ilmu bela diri. Setelah ketemu, ia berusaha keras agar guru sakti itu mau menerimanya menjadi muridnya. Namun, ada satu syarat yang diminta guru itu, yakni harus mengikuti pelajaran apa pun yang diberikan guru itu. Pemuda itu menyanggupi.

Guru itu menyuruh si pemuda untuk menimba air, mencuci baju, dan memanjat pohon untuk mencari sarang burung dan telurnya. Itu harus dilakukan setiap hari tanpa absen satu pun. Lama kelamaan, selama dua tahun, pemuda itu mulai gelisah. Kebosanan mulai merayap di hatinya. Ia merasa ‘dikerjain’ oleh gurunya. Pada tahun ketiga, kebosanan seakan memuncak dan membuatnya berani mengungkapkan protes pada gurunya. Ia siap mengundurkan diri dari padepokan. Sang guru tahu benar isi hati pemuda itu. Diajaklah pemuda itu ke sebuah taman penuh dengan tanaman bambu. Sang guru menyuruh pemuda itu mencabut satu pohon bambu saja. Pemuda itu mencoba dan tidak berhasil. Ia mencobanya berkali-kali dan kegagalan yang sama terulang terus.

Guru itu mulai bercerita soal pohon bambu. Bambu, katanya, adalah tanaman yang unik. Waktu ditanam, kurang lebih empat tahun pertama, bambu belum menampakkan pertumbuhannya yang penting. Tapi, pada saat itulah, akar-akar bambu tumbuh subur. Pada tahun kelima, setelah pertumbuhan akarnya selesai, barulah batang bambu akan muncul. Tumbuh, menjulang ke atas langit. “Itulah yang sedang kamu pelajari. Belajarlah dari pohon bambu ini. Kalau kamu mau menjadi orang hebat dan besar, kamu harus membangun pondasinya lebih dulu. Itulah yang sedang saya latihkan padamu selama tiga tahun ini,” kata guru itu. Pemuda itu pun mulai menyadari maksud gurunya. Ia malu dan melanjutkan pelajaran beladirinya.

Kita perlu belajar seperti pemuda itu. Untuk menjadi baik dan memperoleh kesuksesan, tidak ada jalan lain selain ketekunan dan kegigihan dalam berusaha. Namun, orang cenderung males berproses, apalagi kalau proses itu sarat dengan kerja keras, keringat, dan penderitaan. Filosofi bambu ini mengajarkan kita untuk setia menanam dan merawat. Memang hasilnya tidak akan langsung kelihatan Tetapi, selama kita terus maju dengan gigih dan berusaha, pada saatnya kita akan memetik hasilnya. Persis seperti suatu kata bijak, orang yang pergi ke ladang dengan cucuran air mata akan pulang bersama berkas panennya dengan sorak-sorai. Intinya, tidak ada kesuksesan sejati yang gratis.

Pelajaran kedua dari bambu adalah soal karakter dan cara hidupnya. Bambu adalah satu-satunya tanaman di Asia Pasifik yang fungsinya sangat banyak. Ia pun bisa hidup di alam dengan ragam cuaca, dari tropis ke subtropis. Dari klasifikasinya, bambu tergolong dalam tanaman rumput. Tapi, bambu adalah rumput spektakuler. Tingginya terentang dari 30 cm sampai 30 meter. Ia sebuah tanaman rumput yang unik. Nah, inilah pelajarannya. Meskipun berlatar tanaman rumput, bambu menjadi beda lantaran karakternya. Kegunaan dan caranya bambu mengekspresikan dirinya menjadikan bambu sebagai rumput yang berbeda. Dalam kehidupan pun, latar belakang kita sebenarnya bukanlah penentu. Tetapi, bagaimana kita berupaya mengekpresikan potensi diri, tidak peduli latar belakang yang ada. Itulah yang akhirnya, membuat kita menjadi pribadi yang luar biasa.

Filosofi bambu lainnya adalah soal kegigihan dan keinginan untuk hidup dalam situasi sulit sekalipun. Saat Hiroshima dan Nagasaki dihujani bom atom, hampir seluruh kehidupan di wilayah itu hancur, semua bangunan rata dengan tanah. Tapi, tidak lama, ada jenis mahkluk hidup yang kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Tak lain adalah bambu. Hal ini mengajari kita untuk tidak terkungkung oleh masa lalu, kegagalan, tetapi segera bangkit untuk berusaha maju. Tidak berlama-lama mengutuki kegelapan, tetapi segera bangkit untuk menyalakan pelita.

Soal ini, bisa belajar dari petinju legendaris George Foreman. Foreman kalah telak oleh Muhammad Ali pada tahun 1974 di Kinshasa, Zaire. Ini adalah peristiwa mengejutkan sekaligus memalukan. Foreman yang sebelumnya dielu-elukan bakal di atas angin, justru kalah. Banyak orang, termasuk supporternya, ikut mencaci makinya. Dunia pun segera melupakannya. Tapi, Foreman tidak mau dibekap oleh kegagalan itu. Ia mau menunjukkan sebagai pemenang sejati. Ia banting stir menjadi wirausahawan. Bahkan, pada tahun 1994, ia kembali naik ring dan mengalahkan Michael Moorer. Kemenangan ini menjadikan Foreman sebagai petinju tertua yang memenangkan sabuk tinju kelas berat. Itulah ‘karakter bambu’ pada diri Foreman.

Terakhir, bambu juga mengajari kita soal fleksibilitas. Jarang, kita menyaksikan bambu roboh. Di tengah tumbangnya pohon-pohon lain akibat serangan angin puting beliung, bambu tetap kokoh tak bergeming. Selain karena akarnya yang kuat, juga batangnya yang bergoyang bersama angin. Akibatnya, dalam cuaca dan angin kencang, pohon bambu bergoyang dan mengeluarkan desis suara, mengikuti irama angin. Tapi, tidak pernah tumbang. Sementara itu, pohon-pohon lain dengan batang lebih besar, justru tidak kuat menghadapi ganasnya angin. Inilah yang saya sebut dengan fleksibilitas. Pelajarannya? Kita perlu fleksibel dalam menghadapi tantangan dan kesulitan. Dengan begitu, kita tetap akan hidup dan berjaya.
Nah, pembaca, saatnya belajar dari pohon bambu!

Anger Management oleh Mario Teguh

Seseorang yang tidak bisa merasa marah -tidak bisa disebut penyabar; karena dia hanya tidak bisa marah.
Sedang seorang lagi yang sebetulnya merasa marah, tetapi mengelola kemarahannya untuk tetap berlaku baik dan adil adalah seorang yang berhasil menjadikan dirinya bersabar.

Dan bila Anda mengatakan bahwa untuk bersabar itu-sulit, Anda sangat tepat; karena kesabaran kita diukur dari kekuatan kita untuk tetap mendahulukan yang benar dalam perasaan yang membuat kita seolah-olah berhak untuk berlaku melampaui batas.

Kesabaran bukanlah sebuah sifat, tetapi sebuah akibat.
Perhatikanlah bahwa kita lebih sering menderita karena kemarahan kita, daripada karena hal-hal yang membuat kita merasa marah. Perhatikanlah juga bahwa kemarahan kita sering melambung lebih tinggi daripada nilai dari sesuatu yang menyebabkan kemarahan kita itu, sehingga kita sering bereaksi berlebihan dalam kemarahan.

Hanya karena Anda menyadari dengan baik -tentang kerugian yang bisa disebabkan oleh reaksi Anda dalam kemarahan, Anda bisa menjadi berhati-hati dalam bereaksi terhadap apa pun yang
membuat Anda merasa marah.
Kehati-hatian dalam bereaksi terhadap yang membuat Anda marah itu lah yang menjadikan Anda tampil sabar.
Kemarahan adalah sebuah bentuk nafsu.

Nafsu adalah kekuatan yang tidak pernah netral, karena ia hanya mempunyai dua arah gerak; yaitu bila ia tidakmemuliakan,pasti ia menghinakan.
Nafsu juga bersifat dinamis, karena ia menolak untuk berlaku tenang bila Anda merasa tenang. Ia akan selalu memperbaruhi kekuatannya untuk membuat Anda memperbaruhi kemapanan Anda.
Maka perhatikanlah ini dengan cermat; bila Anda berpikir dengan jernih dalam memilih tindakan dan cara bertindak dalam kemarahan, nafsu itu akan menjadi kekuatan Anda untuk meninggalkan kemapananAndayang sekarang -untuk menuju
sebuah kemapanan baru yang lebih tinggi.
Tetapi, bila Anda berlaku sebaliknya, maka ke bawahlah arah pembaruan dari kemapanan Anda.
Itu sebabnya, kita sering menyaksikan seorang berkedudukan tinggi yang terlontarkan dari tingkat kemapanannya, dan kemudian direndahkan karena dia tidak berpikir jernih dalam kemarahan. Dan bila nafsunya telah menjadikannya seorang yang tidak bisa direndahkan lagi, dia disebut sebagai budak nafsu.
Kualitas reaksi Anda terhadap yang membuat Anda marah, adalah penentu kelas Anda.
Kebijakan para pendahulu kita telah menggariskan bahwa untuk menjadi marah itu mudah, dan patut bagi semua orang. Tetapi, untuk bisa marah kepada orang yang tepat, karena sebab yang tepat, untuk tujuan yang tepat, pada tingkat kemarahan yang tepat, dan dengan cara yang tepat -itu tidak untuk orang-orang
kecil.
Maka seberapa besar-kah Anda menginginkan diri Anda jadinya?

Memang pernah ada orang yang mengatakan bahwa siapa pun yang membuat Anda marah-telah mengalahkan Anda. Pengamatan itu tepat-hanya bila Anda mengijinkan diri Anda berlaku dengan cara-cara yang merendahkan diri Anda sendiri karena kemarahan yang disebabkan oleh orang itu.
Itu sebabnya, salah satu cara untuk membesarkan diri adalah menghindari sikap dan perilaku yang mengecilkan diri.
Kita sering merasa marah karena orang lain berlaku persis seperti kita.

Perhatikanlah, bahwa orang tua yang sering marah kepada anak-anaknya yang bertengkar -adalah orang tua yang juga sering bertengkar dengan pasangannya.
Bila kita cukup adil kepada diri kita sendiri, dan mampu untuk sekejap menikmati kedamaian kita akan melihat dengan jelas bahwa kita sering menuntut orang lain untuk berlaku seperti yang tidak kita lakukan.
Dan dengannya, bukankah kemarahan Anda juga penunjuk jalan bagi Anda untuk menemukan perilaku-perilaku baik yang sudah Anda tuntutdariorang lain,tetapi yang masih belum Anda lakukan?
Lalu, mengapakah Anda berlama-lama dalam kemarahan yang sebetulnya adalah tanda yang nyata bahwa Anda belum memperbaiki diri?
Katakanlah, tidak ada orang yang cukup penting yang bisa membuat saya marah dan berlaku rendah.
Bila Anda seorang pemimpin, dan Anda telah menerima tugas untuk meninggikan orang lain; maka tidak ada badai, gempa, atau air bah yang bisa membuat Anda mengurangi nilai Anda bagi kepantasan untuk mengemban tugas itu.
Ingatlah, bahwa orang-orang yang berupaya mengecilkan Anda itu-adalah sebetulnya orang-orang kecil.
Karena, orang-orang besar akan sangat berhati-hati dengan perasaan hormat Anda kepada diri Anda sendiri.
Bila mereka marah pun kepada Anda, mereka akan berlaku dengan cara-cara yang mengundang Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Sedangkan orang kecil? Orang-orang kecil membuat orang lain merasa kecil agar mereka bisa merasa besar.

Anda mengetahui kebesaran yang dijanjikan untuk Anda. Maka besarkan-lah orang lain.

(Sumber: Mario Teguh http://marioteguh.blogspot.com/, MSTS 13.07.2006)

Jadilah Pemimpin Bertanggungjawab !

Written By Admintrator on Monday, 22 October 2012 | 08:55

image Tampaknya, banyak peristiwa belakangan ini sedang mengajarkan kepada kita soal pentingnya bertanggung jawab! Pertama-tama adalah kejadian tragis tabrakan maut di Tugu Tani. Ternyata, pengemudinya sendiri tidak memegang SIM maupun STNK saat menyetir.

Setelah dites, si pengemudi juga dinyatakan terbukti positif menggunakan narkoba dan sehabis pesta miras. Kita semua berandai-andai, sandainya saja si wanita ini lebih berhati-hati dan lebih bertanggung jawab dengan
kondisinya yang mungkin sudah mengantuk dan ‘kurang waspada’ setelah pesta semalaman.

Namun, yang lebih menarik adalah kisah dari kapal Costa Concordia yang  terbalik dan terdampar karena menghantam karang di Pulau Giglio, Italia pada tanggal 13 Januari 2012 lalu. Lucunya, kapal ini tenggelam di saat-saat menjelang 100 tahun perayaan tenggelamnya kapal Titanic yang terkenal. Kapal Costa Concordia ini sendiri adalah kapal mewah mahal dimana per malamnya saja, seseorang harus membayar 16,7 juta. Tragisnya, saat sebelum kecelakaan terbaliknya kapal terjadi, kapal berpenumpang 4.229 orang ini ditinggal pergi oleh kaptennya. Inilah contoh menarik dari tindakan tidak bertanggung jawab kedua yang kita pelajari dari peristiwa yang belum lama terjadi.

Benang Merah Kedua Peristiwa
So, dari kedua peristiwa tersebut ada benang merah soal tanggung jawab yang menarik untuk kita bicarakan. Bagaimanakah kedua prinsip tanggung jawab ini kita kaitkan dengan Pribadi seorang pemimpin di tempat kerja? Yang jelas, kedua prinsip tanggung jawab ini menegaskan seorang pemimpin haruslah (1) memikirkan dampak sikap dan tindakannya serta (2) memikirkan perannya terhadap ketidakbecusan yang ada di dalam organisasi.

image 11 Tangg ung Jawab Pemimpin
Tidaklah mengherankan jika pada Januari 2010, salah seorang guru manajemen dari Harvard kelahiran India yakni C.K. Prahalad menulis di Harvard Business Review soal “Responsible Manager” (manajer yang bertanggung jawab).

Nah, belajar dari kejadian di Tugu Tani dan kapal Costa Concordia, baguslah jika kita renungkan apa yang dikatakan para pakar manajemen, ”Pemimpin yangtidak bertanggung jawab, yang hanya menyalahkan dan suka lepas tangan adalah pemimpin yang tidak pantas jadi pemimpin. Mereka hanya mau enaknya,

tetapi saat ketidakkesulitan muncul, mereka lari dari masalah. Itu bukanlah kualitas seorang pemimpin”. Karena itulah, sangat menarik untuk meneliti 11 tanggung jawab seorang pemimpin yang mestinya bisa ditunjukkan. Nah, apakah ke-11 tanggung jawab pemimpin itu?

Pertama-tama, seorang pemimpin harus bertanggung jawab di saat-saa kritis dan situasi tak menentu. Dalam hal ini, kejadian di Costa Concordia di Pulau Giglio dimana sang kaptennya Francesco Schettino malah justru melarikan diri, adalah contoh pelanggaran atas tanggung jawab ini. Ingatlah, pada saat krisis, saat susah, semua tim kita akan berpaling pada kita, apakah kita menunjukkan pembelaan diri, lari dari masalah? Justru di saat-saat inilah, kualitas seorang pemimpin diuji.

Kedua, ia bertanggung jawab bahwa dia sendiri mau belajar dan memgembangkan dirinya. Seringkali pemimpin melihat kekuarangan orang dan menyuruh anak buahnya belajar, tetapi bagaimana dengan dirinya sendiri? Sudah sering menjadi kebiasaan dimana saya memberikan seminar atau training, biasanya sang pimpinan hanya melakukan pembukaan, setelah itu pergi meninggalkan ruangan.

image Ketiga, bukan hanya bertanggung jawab atas kesuksesan tetapi juga atas kegagalan. Sayangnya, biasanya kita hanya melihat pimpinan hadir di tengah-tengah acara perayaan kesuksesan (celebration). Tetapi, ketika terjadi kegagalan, si atasan tidak tahu kemana bahkan hanya bisa marah-marah dan menuduhserta menyalahkan.


image Keempat, mau bertanggung jawab untuk mengembangkan timnya. Pertanyaan disini adalah apakah seorang pemimpin merasa ia berkewajiban berinvestasi, serta mau memberikan kesempatan kepada orang lain untuk belajar. Apakah ia mau memberikan waktu kepada oang lain untuk berkembang?

Kelima, ia bertanggung jawab dengan pihak yang lebih minoritas dan lebih kurang beruntung di dalam timnya. Misalkan saja, dia harus adil dengan timnya, khususnya dengan yang mungkin sukunya beda, mungkin ada yang cacat (yang sering diejek), bagaimana si pemimpin juga bertanggung jawab dengan orang-orang ini dan membela mereka?

image Keenam, ia bertanggung jawab dengan keputusannya, khususnya ia bisa menjelaskan alasan keputusannya. Yang jelas, mungkin saja apa yang diputuskan tidak bisa membuat happy setiap orang, tetapi paling tidak orang bisa mendengar apa alasan keputusannya.Ketujuh, juga bertanggung jawab dengan hal-hal lain di luar organisasi sekarang termasuk juga bertanggung jawab dengan keluarganya, dengan komunitasnya dan dengan lingkungannya sehari-hari. Pastinya, anak buah akan salut dengan pemimpinnya yang menunjukkan tanggungjawab yang besar, termasuk dengan komunitasnya, dll.

imageTapi paling penting, juga bagaimana si pemimpin ini bertanggung jawab terhadap keluarganya  Kedelapan, mau bertanggung jawab bukan hanya dengan hasil

tetapi juga dengan proses pencapaian. Dengan demikian, seorang pemimpin harusnya bukan cuma mau tahu dengan hasilnya saja, tapi juga peduli dan mau cek serta berusaha mengerti apa yang salah dengan prosesnya, jika hasilnya tidak seperti yang diharapkan.

image Kesembilan, ia merasa bertanggung jawab dengan posisi yang  di pegangnya.Jadi  ia tidak bersikap  mentang-mentang. Kenyataannya, seperti yangkita lihat, banyak pemimpin yang mulai berubah sifatnya setelah ia mulai memegang posisi.

Kesepuluh, seorang pemimpin merasa bertanggung jawab dengan apa yang dilakukan, bukan cuma sekedar apa yang diomongkan. image Dan Akhirnya kesebelas, seorang pemimpin bertanggung jawab dengan kemungkinan kekurangan dan kelemahan dirinya sendiri yang mungkin bisa membuat kekacauan.

Dengan demikian, ia sadar dan peka bahwa barangkali
ada kekurangan dan kelemahan yang membuat situasi
organisasi menjadi kacau? Tak mengherankan jika ada kalimat menarik begini, “Apakah handicapped-mu” yang
membuat organisasimu menjadi kacau? Jangan menyalahkan siapa-siapa, pergilah ke cermin dan salahkanlah orang yang ada disitu!” Akhirnya, tulisan ini saya tutup dengan sebuh puisi di fanpage saya soal “Mahalnya Tanggung Jawab”. Isinya kurang lebih begini: Tanggung jawab itu mahal! Ada yang bilang mau bertanggung jawab, tapi kemudian lenyap! Ada yang sebenarnya tidak bertanggung jawab tetapi lalu dipaksa untuk menjawab. Ada yang bertanggung jawab tetapi tidak menjawab-jawab

image

Sumber : Anthony Dio Martin
Trainer, Inspirator, Penulis buku-buku Bestseller
www.hrexcellency.com

Menjadi PEMIKIR yang BAIK By John C Maxwell

sukseus Sering dalam kehidupan sehari-hari kita bertemu dengan individu yang berkarya seperti robot. Dalam melakukan aktifitas benar-benar pantas disebut "Anak-MaMi" (Malas Mikir), sehingga hasilnya sangat mengecewakan dan sering kena omelan :
- dasar otak udang !!
- otakmu di dengkul ya ?

Yang menjadi pertanyaan :
- mengapa kita perlu berPIKIR ?
- apa manfaatnya ?

BerPIKIR secara baik dan benar sangat dibutuhkan.
Sebagai ilustrasi :
A. Orang yang tahu "BAGAIMANA" akan selalu mempunyai pekerjaan.
B. Orang yang tahu "MENGAPA" akan selalu menjadi atasannya.

Kualitas Pola berPIKIR akan sangat menentukan tingkatan Kualitas Hidup kita. Ada beberapa alasan mengapa kita harus menjadi Pribadi PEMIKIR yang baik.
A. Pemikir yang baik selalu dapat menyelesaikan masalah. Mereka selalu penuh ide untuk bertahan dari masalah dan mampu berkembang.
B. Pemikir yang baik selalu mempunyai HARAPAN akan masa depan yang lebih baik.
C. Pemikir yang baik kecil kemungkinan hidupnya dibawah tekanan orang yang berperi-laku jahat/curang, karena mereka mampu menguasai diri.
Napoleon Hill :
" Lebih banyak emas yang telah digali dari pemikiran manusia dibanding yang pernah digali dari dalam bumi"
Mengembangkan Pola Pikir yang baik dan benar merupakan INVSTASI yang sangat berHARGA.
Lalu
bagaimana  caranya menjadi  Pribadi yang berPOLA PIKIR yang baik?
1. Terbukalah terhadap INPUT yang BAIK dan BENAR.
Pemikir yang baik selalu mengutamakan sumber-sumber ide, karena mereka sadar INPUT yang baik akan menentukan kualitas OUTPUT.
Caranya :
- membaca buku
- mendengarkan CD Audio
- bergabung dalam komunitas

2. Luangkan waktu bersama orang yang tepat. Orang cerdas dan kritis akan membuat orang lain semakin cerdas.

3. Fokus pada PEMIKIRAN yang baik dan benar.
Luangkan waktu secara disiplin setiap hari untuk mengembangan Pola Pikir yang Baik.
Misalanya : bangun ditengah malam selama 1 jam untuk berfikir kritis untuk esok hari.

4. Take Action atas dasar hasil Pola Pikir kita yang baik.

5. Libatkan EMOSI Positif untuk berPOLA Pikir Positif. Manfaatkan Good Mood untuk menumbuhkan proses dan menciptakan momentum mental.

6. Ulangi Proses berpikir Yang baik ecara konsisten.

David Schwartz :
"Dimana keSUKSESan menDAPAT PERHATIAN, orang tidak akan diukur dengan meter, kilogram, tingkat pendidikan atau latar-belakang. Orang akan diUKUR oleh BESARnya POLA-PIKIR mereka". Dari
uraian diatas, dapat diambil kesimpulan. Mengapa kita harus menjadi pemikir yang baik dan benar :
- dapat menyelesaikan masalah.
- meningkatkan pendapatan.
- menciptakan peluang.

Sumber :  [HRExcellency_Club] - GM. Agung Nugroho

Jim Collins: People First, Strategy Second

jimcollins

Penulis bestseller Jim Collins yang berbicara pada sesi keynote Konferensi Tahunan SHRM 2012 beberapa hari yang lalu kembali menekankan pentingnya perhatian organiasi pada human capital, bahkan menempatkannya di atas strategi.People first, strategy second, demikian ujarnya.

“Satu pilar strategis yang paling penting dalam tiap organisasi adalah orang-orangnya,” Jim Collins membuka konferensi HR yang diadakan di Atlanta itu.

Setelah menghabiskan 9 tahun mempelajari mengapa sebagian perusahaan berhasil dalam ketidakpastian dan bahkan chaos, sementara yang lain tidak, untuk buku terbarunya Great by Choice: Uncertainty, Chaos, and Luck—Why Some Thrive Despite Them All (HarperBusiness, 2011), Collins menyimpulkan bahwa, “semua berawal dari orang.”

Keterampilan eksekutif yang paling penting untuk membangun sebuah organisasi hebat adalah “kemampuan memilih orang yang tepat, membuat keputusan tentang SDM yang benar, dan memastikan semua posisi kunci diisi oleh orang-orang yang tepat,” kata Collins seperti dikutip dari situs SHRM.

Collins, yang buku-buku sebelumnya seperti Good to Great, How the Mighty Fall, dan Built to Last, menghabiskan hampir seperempat abad mempelajari perusahaan-perusahaan hebat yang bertahan—bagaimana mereka tumbuh, mencapai kinerja superior, dan bagaimana perusahaan bagus dapat menjadi perusahaan hebat.

“Sangat berbahaya kalau mempelajari kesuksesan, karena itu tidak kami lakukan,” katanya. “Kami mempelajari kontras antara yang sukses dan yang gagal… antara great dan good.”

Pemimpin Level 5
Collins mendeskripsikan lima tingkat kompetensi kepemimpinan, yaitu:
1. highly capable individuals
2. contributing team members
3. competent managers
4. effective leaders
5. executives
Menurut hasil riset Collins, para pemimpin hebat mempunyai satu sifat yang sama: mereka semua adalah pemimpin level 5. “Pemimpin level 5 mempunyai faktor X yang berbeda dengan pemimpin level 4.” Collins menjelaskan faktor itu adalah: kerendahan hati.

Meski Collins menyebut beberapa pemimpin hebat dengan “kepercayaan diri yang sangat sehat,” seperti Bill Gates dan Steve Jobs, dia juga mengatakan faktor pembeda penting dengan level 4 adalah pemimpin level 4 masih “segalanya tentang mereka.” Sementara pemimpin level 5 “ego dan ambisi dan kepercayaan diri serta motivasi mereka disalurkan keluar kepada sebuah sebab, sebuah tujuan, kepada organisasi atau kepada suatu pencarian yang bukan hanya tentang mereka,” katanya.

“Sukses yang dipasangkan dengan kecongkakan pada akhirnya akan menuju kegagalan,” tambah Collins. Tidak mungkin mengharapkan orang-orang memberikan yang terbaik apabila dengan kecongkakan perusahaan mengabaikan orang-orangnya.

“Tak ada seorang pun pemimpin yang dengan dirinya sendiri bisa membangun perusahaan hebat,” ujar Collins. “Pemimpin level 5 memahami hal ini; mereka harus membangun keseluruhan team untuk membuat perusahaan hebat.”

Perilaku Kunci Pemimpin Level 5
Collins juga menemukan bahwa pemimpin level 5 mempunyai perilaku-perilaku kunci, seperti:

Disiplin yang fanatik. Pemimpin-pemimpin ini adalah orang-orang disiplin yang berpikir serta bertindak dengan disiplin juga. Tetapi Collins memperingatkan peserta konferensi agar tidak menyamakan disiplin dengan birokrasi. “Tujuan birokrasi justru untuk mendisiplinkan orang yang tidak disiplin,” katanya.

Kreativitas empiris. “Kreativitas adalah kondisi alamiah manusia, disiplin bukan,” jelas Collins. “Kombinasi yang benar-benar jarang adalah menemukan cara mengawinkan keduanya sehingga kita menguatkan kreativitas dan bukan menghancurkannya.”

Paranoia produktif. “Satu-satunya kesalahan yang bisa Anda ambil hikmahnya adalah kesalahan yang berhasil Anda lewati,” jelas Collins. Ini berarti selalu bersiap-siap sebelum hal buruk terjadi. Pagar terbaik terhadap ketidakpastian, katanya, adalah siapa orang-orang yang bisa Anda andalkan.

Orang-orang yang Tepat pada Posisi Kunci
Ketika mencari orang-orang untuk mengisi posisi kunci, pemimpin level 5 mencari orang-orang yang:
- mempunyai core value yang sama
- tidak perlu di-manage dengan ketat
- memahami bahwa mereka memiliki tanggung jawab, bukan hanya pekerjaan
- melakukan apa yang mereka janjikan secara 100 persen

Selain itu, orang-orang ini cenderung melihat ke luar ketika hal baik terjadi, dan memberikan penghargaan kepada orang lain. Sebaliknya, ketika hal buruk yang terjadi, mereka melihat ke dalam dan mengambil tanggung jawab.

“Semua berawal dan berakhir dengan orang,” kata Collins.
Collins mengakhiri sesinya dengan “to do list” kepada peserta yang mengulang beberapa poin yang disebutnya sepanjang sesi. Sebagian dari sarannya adalah:

  1. Ganti kata-kata “pekerjaan” dengan “tanggung jawab.”
  2. Mulailah daftar “stop doing” karena “pekerjaan itu tidak terbatas, sementara waktu itu terbatas,” katanya. “Bila Anda memiliki lebih dari 3 prioritas, berarti Anda tidak punya prioritas.”
  3. Berkomitmen untuk menantang semua pemimpin muda menjadi pemimpin level 5. “Kita membutuhkan legiun,” ujar Collins. “Kita membutuhkan generasi level 5.”

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Cari Kerja - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger